Dispora Tingkatkan Kualitas Pelatih

Pelatihan instruktur olahragaBENGKULU, BE – Demi meningkatkan kualitas pelatih, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menyelenggarakan kegiatan pelatihan pelatih/instruktur cabang olahraga atletik Provinsi Bengkulu. Pembukaan dilakukan pada pukul 20.00 WIB (17/5) kemarin, di Hotel Tiara Jalan S Parman Tanah Patah Bengkulu.

Kegiatan yang berlangsung hingga 19 Mei 2015 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dispora Provinsi Bengkulu, Dra Ratna Megawati SSos, dan didampingi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga, Elly Setiawan SIp, serta Pengurus Harian Pengprov PASI, Edi Winada. Selain itu dihadiri pula oleh narasumber Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta, Drs Ricky Susiono MPd.

Ketua Panitia, Hj Tety Haryani mengatakan, hal ini merupakan kegiatan yang bersumber dari dana APBD yang salah satu tujuannya untuk mensukseskan dan meningkatkan mutu pelatih instruktur olahraga di Provinsi Bengkulu, sehingga dapat menjangkau perkembangan ilmu untuk dimasa mendatang.

“Hal ini juga dilakukan mengingat perlunya rasa sportifitas yang tinggi bagi guru olahraga agar mampu meningkatkan daya saing yang positif dan kompetitif,” ujarnya.

Adapun jumlah peserta pelatih olahraga yang hadir sebanyak 44 orang yang terdiri dari guru Penjas tingkat SD, SMP, SMA baik negeri maupun swasta dan pelatih club olahraga atletik yang merupakan utusan dari Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

“Para peserta juga diberikan perlengkapan seperti buku dan baju seragam yang telah kami sediakan,” tukasnya.

Selain itu pengurus harian Pengprov PASI Edi Winada, menambahkan, selama ini di Bengkulu memang belum ada pelatihan pelatih seperti ini karena terkendala oleh waktu.

“Dengan menghadirkan narasumber/ pakar olahraga dari Jakarta, diharapkan mampu menambah kualitas ilmu dasar yang dimiliki guru, sehingga nantinya bisa menerapkan kepada anak muridnya,” tutur Edi.

Kemudian dia juga menambahkan, untuk di Bengkulu ini memiliki SDM yang sangat memungkinkan untuk diperhitungkan ditingkat nasional, namun dari sarana prasarana belum mendukung. Contohnya saja di lapangan stadion dengan kondisi yang seperti itu bisa menimbulkan para atletik mengalami cedera.

“Bengkulu satu-satunya provinsi yang belum mengadakan Porwil, dan dari sarana juga tidak mendukung dari semua cabang olahraga yang ada, kemudian hanya kita yang tidak menggunakan sintetis,” ungkapnya.

Padahal atletik-atletik Bengkulu sangat mumpuni ke tingkat nasional telihat dari prestasi yang diraih dari berbagai pagelaran lomba olahraga, seperti PON Palembang Bengkulu mendapatkan 1 medali perunggu, Kemudian PON Samarinda mendapatkan medali perak dan lain-lain.

“Maka dari itu diharapkan agar pemerintah segera merealisasikan rencananya di tahun 2015 ini untuk membangun lapangan yang sintetis atau taraf nasional, karena dengan kondisi lapangan yang seperti ini saja kita bisa mewakili Indonesia apalagi kalau sudah diperbaiki,” tambahnya. (cw3)