Disperindag Pastikan Cabai Tak Ikut Naik

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu terus melakukan pemantauan harga sejumlah harga bahan pokok. Salah satunya adalah harga cabai yang dikhawatirkan ikut meroket seperti bahan pokok lainnya. Mengantisipasi hal tersebut, Disperindag memastikan harga cabai tidak akan mengalami kenaikan.

Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu, Lierwan SE melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Erik Rizal SSos mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini terus melakukan pemantauan harga komoditas bahan pokok dan mengadakan operasi pasar, dan saat ini belum menemukan adanya kenaikan sejumlah harga cabai di pasaran.

“Harga cabai saat ini masih stabil meskipun beberapa komoditas lain ada yang mengalami kenaikan,” ujar Erik kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (18/1).

Sejumlah cabai, seperti cabai rawit masih berada pada harga yang normal. Dari pantauan di dua pasar di Kota Bengkulu yaitu Pasar Tradisional Modern (PTM) dan Pasar Panorama belum ada kenaikan sama sekali.

“Harga cabai rawit masih di kisaran harga Rp 44 ribu untuk cabai merah dan Rp 45 ribu untuk cabai rawit hijau per kg. Harga ini masih normal dan belum ada kenaikan,” sambung Erik.

Erik menilai, hal ini sebagai akibat pihaknya selalu melakukan operasi pasar untuk menekan harga cabai. Sehingga harganya selalu normal dan tidak ada kenaikan. Upaya ini juga diharapkan mampu menekan harga beberapa bahan pokok lainnya seperti beras.

“Operasi pasar ini dilakukan agar bahan pokok yang dijual di masyarakat tidak melambung tinggi,” tutur Erik.

Kalau ada kenaikan harga cabai pada tahun ini, bisa dianggap fenomena luar biasa. Mengingat, pasokan cabai dari wilayah Rejang Lebong juga mencukupi, lebih lagi pasokan dari daerah sentral penghasil cabai lainnya juga cukup melimpah.

“Sudah banyak pasokan berasal dari petani setempat yang dijual pedagang pasar,” tutup Erik. (999)