Disnakertrans Promosikan Program Magang ke Jepang di Tabut

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu kembali mensosialisasikan program Pemagangan Ke Jepang. Dalam festival Tabut 2018, yang digelar 11-20 September 2018, Disnakertrans Provinsi membuka stand untuk mempromosikan program ini.

Saat membuka stand di Festival Tabut, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja (Kabid Lattas) Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Jauhari, SH., menuturkan, masyarakat sangat antusias dengan program pemagangan ini. Terbukti ratusan pengunjung stand mengambil dan mengisi formulir untuk mengikuti program pemagangam tersebut.

“Dengan adanya stand pemagangan ke Jepang yang kita buka ini, kita melihat respon masyarakat sangat baik. Antusiasmenya bisa terlihat dari data kita. Tercatat ada 385 orang yang datang untuk mendaftar dan mengambil formulir,” ujar Jauhari.

Setali tiga uang dengan Jauhari, Kadisnakertrans Provinsi Bengkulu, Ir. H. Sudoto, menuturkan, Disnakertrans sengaja membuka stand di Festival Tabut 2018 sebab telah memprediksi akan banyak masyarakat yang hadir. Sehingga lebih mudah untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan program pemagangan ke Jepang tersebut.

“Alhamdulillah banyak yang minat mengikuti program ini,” ungkap Sudoto.

Sebelumnya, Disnakertrans Provinsi Bengkulu mempromosikan program ini ke seluruh Kabupaten/ Kota se-Provinsi Bengkulu melalui Pemerintah Daerah. Kemudian Pemerintah Daerah menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan ke masyarakat.

Selain itu, guna memastikan sinkronisasi informasi yang diterima tiap daerah, Sudoto juga menjelaskan, Disnakertrans telah membentuk EO di masing-masing Kabupaten.

“Jika kita lihat progresnya, Insya Allah target OVOP tercapai. Kerjasama-kerjasama dan sosialisasi terus kita jalankan. Baru-baru ini kita melakukan MoU dengan Perguruan Tinggi di Provinsi Bengkulu. Seperti Unib, Unihaz, Poltekes dan berbagai perguruan tinggi yang memungkinkan mahasiswanya untuk ikut magang ke Jepang,” tuturnya.

Disisi lain, Jauhari menjelaskan, proses seleksi magang ke Jepang ini menggunakan sistem gugur. Usia maksimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani. Seleksi dimulai dari izin rekruitmen Kementrian, pemeriksaan admistrasi, seleksi kesamptaan, tes matematika, ketahanan fisik, Wawancara bahasa Jepang, dan Medical cek up.

Menurutnya, kebanyakan peserta gugur di seleksi kesamaptaan dan tes bahasa Jepang. Sebab pada umumnya calon peserta magang ke Jepang banyak yang belum mempersiapkan hal itu. Untuk itu mulai tahun ini Disnakertrans Provinsi akan mempersiapkan peserta calon magang ke Jepang agar bisa mengirim banyak peserta. Sebab, kuota peserta magang tidak dibatasi. (kkj/prw)