Disindir Presiden Soal Serapan Anggaran Rendah, Ini Tanggapan Rohidin!

Foto Hendrik / BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah saat diwawancarai Bengkuluekspress.com, Rabu (15/4).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Presiden Joko Widodo menyindir 34 kepala daerah terkait serapan APBD masih rendah saat melakukan rapat terbatas bersama Gubernur se-Indonesia, Rabu (15/7). Para Gubernur termasuk Gubernur Bengkulu mendapat arahan agar mempercepat serapan anggaran Ppmerintah yang disebut masih sangat rendah.

Menurut Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, permintaan itu ditujukan kepada seluruh Pemprov se-Indonesia yang secara nasional masih rendah.

“Termasuk serapan kementrian/lembaga juga seperti itu. Hal itulah yang membuat Presiden waktu rapat terbatas itu marah,” ujar Rohidin saat dihubungi Bengkuluekspress.com via telepon, Kamis (16/7).

Rohidin mengakui, untuk Pemerintah Provinsi Bengkulu serapan anggaran yang dikelola APBD berada pada posisi 30 persen. Angka itu masih berada sejajar rata – rata seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

“Kalau serapan kita masih seimbang dengan penerimaan yang ada. Baik dari dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dana pusat,” kata Rohidin.

Dijelaskan Alumni IPB itu, rendahnya serapan anggaran ini disebabkan pemerintah sangat berhati – hati dalam memproses kegiatan belanja, jika belum ada kepastian pendapatan yang masuk. Pasalnya, akibat pandemi Covid -19 ini pendapatan dari sisi PAD mengalami penurunan hampir 30 persen. Belum lagi transfer dana pusat termasuk Dana Bagi Hasil (DBH), berdasarkan surat dari kementrian keuangan, akan mendapatkan pengurangan kembali.

“Dana DAU dikurangi kembali. Sehingga kita tidak boleh terlalu cepat melakukan proses penyerapan, jika belum ada kepastian pendapatan,” kata Rohidin.

Namun, mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu memastikan posisi antara pendapatan dan belanja Provinsi Bengkulu masih sangat seimbang. (HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*