Diseruduk Babi, Nenek Tewas

IST/Bengkulu Ekspress TEWAS : Zaleha (81), warga Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah tewas, setelah diseruduk babi hutan, kemarin (7/2).
IST/Bengkulu Ekspress TEWAS : Zaleha (81), warga Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah tewas, setelah diseruduk babi hutan, kemarin (7/2).

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress – Naas dialami Zaleha (81), warga Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Nenek-nenek ini tewas setelah diseruduk oleh babi hutan buruan kelompok Porbi Kabupaten Kepahiang, sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (7/2). Akibat diseruduk babi, korban mengalami luka di sekujur tubuh serta ususnya terburai.

Data terhimpun Bengkulu Ekspress, kronologis kejadian berawal kelompok Porbi Kabupaten Kepahiang sedang melakukan aktivitas berburu babi hutan di kawasan Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Benteng pada hari Minggu pagi. Menghindari kejaran pemburu, beberapa ekor babi pun nekat memasuki kawasan pemukiman warga di Desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung. Sialnya, korban yang sedang membersihkan rumput di belakang rumahnya seketika menjadi amukan babi hutan buruan tersebut.

“Saat kejadian, ada 2 ekor babi yang masuk ke dalam kawasan pemukiman warga. Salah satunya langsung menggigit seorang nenek-nenek,” kata Camat Taba Penanjung, Sopyan Ansori kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (7/1).

Mendengar jeritan korban, sambung Camat, warga sekitar langsung berdatangan dan berusaha menyelamatkan korban yang saat itu dalam keadaan berlumuran darah.

Sementara babi hutan yang terjebak di kerumunan warga pun langsung ditangkap dan dibunuh di tempat kejadian perkara (TKP).

“Korban sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Benteng untuk diberikan pertolongan pertama. Karena mengalami luka parah, korban pun dirujuk ke RSMY Bengkulu. Karena diperjalanan sudah tak lagi bernafas, korban pun akhirnya dibawa kembali ke rumah duka untuk dikebumikan,” tambah Camat.

Atas musibah yang dialami, Camat mengaku, telah berkoordinasi dengan kelompok Porbi yang telah melakukan perburuan babi hingga masuk ke desa.

“Dari hasil koordinasi, pihak Porbi Kepahiang pun menunjukan etikat baik dengan mendatangi rumah duka serta memberikan santunan,” kata Camat.

Terpisah, Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kapolsek Taba Penanjung, AKP Indramawan Kusuma Trisna SIK membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Karena menolak untuk dilakukan autopsi, korban akhirnya dibawa pulang ke rumah duka,” tegas Kapolsek.(135)