Diseret Terios, PNS Tewas

ARGA MAKMUR, BE – Nasib tragis menimpah Suharto (50), warga Desa Gunung Agung Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara. Lelaki yang bekerja sebagai PNS di Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh (KP3) BU itu tewas setelah motor KTM nopol BD 4964 DI yang dikendarainya dihantam mobil Daihatsu Terios B 7645 JG sekitar pukul 16.30 WIB, kemarin.

Dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Sudirman simpang empat Puskesmas Gunung Alam Kecamatan Arga Makmur itu, korban diduga tewas di TKP karena mengelami luka yang cukup parah. Pasalnya korban dan motornya terseret beberapa meter kemudian masuk dalam kolong mobil mewah itu.

Sementara itu, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu berusaha mengevakuasi korban dan motornya dari kolong mobil. Namun, karena tubuh korban bukan hanya terhimpit bodi mobil, tetapi juga dihimpit motor membuat evakuasi berlangsung cukup lama. Setelah korban berhasil dikeluarkan dari kolong mobil, kondisinya sudah tidak bernyawa dengan kondisi luka parah.

Tampak luka robek di bagian kening sebelah kiri sampai ke pilipis korban. Kemudian, meski diduga sudah meninggal, namun korban langsung dilarikan ke RSUD Arga Makmur.

Di sisi lain Ilyas Rivai (40), warga komplek Kandepag Arga Makmur selaku sopir mobil maut itu bersama anak dan istrinya langsung diamankan polisi. Itu dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, menurut Ilyas kepada polisi, motor yang dikemudikan korban melaju dari arah Desa Sumber Sari menuju jalan ke samping DKP.

Sedangkan mobil yang dikemudikan Ilyas dari arah Pemkab BU hendak memutar arah. Namun, karena baru sehari memakai mobil itu, Ilyas gugup dan langsung menabrak motor korban yang hendak menyeberang. Mobil itu kemudian menyeret korban dan motornya sekitar 7 meter, dan baru berhenti di depan pagar rumah warga.

Kapolres BU AKBP Asep Teddy Nurrasyah SIK melalui Kasat Lantas AKP Purwanto HS ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut.

Di sisi lain, Purwanto mengatakan, pihaknya sudah mengamankan pengemudi mobil, namun belum dimintai keterangan karena masih shock. Dari informasi sementara, jika korban gugup saat mengemudikan mobil itu. Pasalnya ia sudah lama tidak mengemudikan mobil karena mobil naas itu baru tiba di BU Sabtu malam lalu setelah dibeli dari Jakarta. Sementara itu, jenazah sudah dibawa pihak keluarga ke rumah duka. (117)