Disemprot Bisa Ular Kobra

ular-cobraKEPAHIANG, BE – Malang yang dialami oleh Herianto (38), warga Kelurahan Tansi Baru Kecamatan Kabawetan. Pasalnya lelaki yang berprofesi sebagai petani kopi di Desa Tangsi Baru ini, disemprot bisa ular Kobra berwarna hitam yang memiliki ukuran panjang sekitar 1,5 meter. Bisa ular tersebut tepat ditembakkan ke bagian kedua belah matanya sehingga beberapa saat korban tidak dapat melihat sebelum akhirnya dilarikan ke IGD RSUD Kepahiang.
Data terhimpun, peritiwa yang dialami korban ini terjadi saat dirinya berada di pondok kebun kopi miliknya pada Sabtu (8/6) lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Waktu itu korban yang hendak beristirahat sambil tiduran di atas sebuah terpal tiba-tiba merasakan hal yang janggal. Pasalnya dari balik terpal tersebut ternyata terdapat seeokor ular kobra yang sempet tertindih oleh korban. Merasa ada sesuatu yang aneh di bawah terpal lantas korban membuka terpal itu guna memastikan apa yang sebenarnya ada di bawah terpal tersebut. Namun tak disangkanya, ketika terpal diangkat ternyata disana bersarang seekor ular Kobra yang sangat berbisa. Melihat ada ancaman di hadapannya korban mengambil parang berniat untuk menghabisi ular tersebut, namun tanpa diduga dengan sangat cepat ular tersebut menyemprotkan bisa ke bagian muka korban, dan mengena kedua matanya.
“Begitu terkena semprotan bisa ular kobra tersebut, matanya terasa pedih dan penglihatannya kabur. Beruntung ular itu akhirnya berhasil ditebas oleh parang korban, dan dengan sigap korban melarikan diri ke dokter Tajri untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar tetangga korban, Lukman (52) saat menceritakan kejadian tersebut.
Dikatakannya, korban memberitahukan peristiwa tersebut kepada rekannya yang bernama Masri (warga setempat), lalu Masri bergegas menuju pondok korban guna mencari dan menagkap ular tersebut. Setibanya di kebun itu Masri mendapati ular tersebut berada tak jauh dari pondok dengan posisi badan telah mengalami luka akibat sabetan parang korban. “Lalu dengan mudah Masri melumpuhkan ular itu dan langsung membawanya pulang. Setiba di rumah Masri langsung membelah tubuh ular itu lalu mengambil empedunya dan diberikan kepada korban untuk dimakan. Karena berdasarkan kepercayaan masyarakat sini itu merupakan salah satu cara untuk menawar racun ular,” terang Lukman.
Dijelaskannya, mengenai peristiwa adanya ular kobra di kebun kopi milik warga di Tangsi Baru ini merupakan kejadian yang pertama kali sejak dirinya menetap di daerah tersebut lebih kurang selama 30 tahun lamanya.
“Selama saya tinggal disini, baru kali ini ada kejadian ada ular kobra menyerang manusia, selama ini belum pernah ada terjadi,” tandas pria paruh baya ini. (505)