Disekap, Bocah Gagalkan Perampokan

KOTA BINTUHAN, BE- Kasus perampokan nyaris terjadi di rumah Suhadi ST, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup dan Tata Kota (BLHDTK) Kaur, di Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan. Bahkan peristiwa itu sempat mengancam keselamatan anaknya bernama Rizki (10), sebelum bocah itu sendiri berhasil lolos dan menggagalkan upaya perampokan. Data terhimpun BE, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin (12/6). Saat iktu Rizki baru pulang dari sekolah di SDN 01 Kaur Selatan. Sementara Suhadi dan istrinya masih berada di kantor. Saat tiba di rumah, Rizki baru saja masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba melihat orang asing ada di dalam. Masih kaget melihat orang itu, Rizki sudah keburu disekap pelaku menggunakan kain sarung. Mulut korban dan tangannya diikat. Namun entah kenapa, kaki Rizki tidak ikut diikat sehingga bocah itu langsung kabur keluar rumah. Di luar, dia berteriak minta pertolongan. Mendengar teriakan korban, pelaku pun memilih langsung kabur melewati pintu belakang. Pelaku meninggalkan sendal jepit. Tak lama tetangga sekitar langsung berdatangan. Di antaranya ada yang langsung memberitahu pihak kepolisian dan orang tua korban.

Saksi mata Mak Tono (37) mengungkapkan, pada saat terdengar teriakan korban, semua warga langsung datang ke rumah korban. Kemudian langsung menenangkan korban karena ketakutan. Lalu pihaknya langsung menelpon pihak kepolisian. “Untung saja anak ini selamat, dan juga harta benda tidak ada yang hilang,” jelasnya.┬áSementara itu orang tua korban Suhadi ST mengatakan, diduga pelaku sudah tahu seluk beluk rumah. Dari ulahnya pelaku awalnya melewati pintu belakang, lalu mencongkel jendela, karena posisi jendela dekat dengan pintu tengah langsung membuka kunci pintu tersebut. “Ya kalu kita lihat dicongkel jendela dekat dapur ini kemudian langsung membuka pintu sehingga bisa masuk. Jelas hal ini pelkau nampaknya mengetahui seluk beluk rumah ini,” katanya.

Sementara itu Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH SIK melalui Kapolsek Kaur Selatan AKP Bayu Hermanto membenarkan kejadian tersebut. Untuk penyelidikan pihaknya sudah mengumpulkan barang bukti yakni sandal yang ditinggalkan pelaku dan kain sarung. “Kemudian nantinya korban didampingi ibunya akan kita mintai keterangan, semuanya akan kita selidiki,” jelasnya. (823)