Disdikbud Provinsi Bengkulu Berikan “Lampu Hijau” Belajar Tatap Muka

Eri Yulian Hidayat

BENGKULU, BE – Desakan wali murid yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pendidikan, agar kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka dilaksanakan mendapat sinyal “lampu hijau” dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu. Saat ini, Disdikbud sedang melakukan pemetaan wilayah zona hijau dan kuning covid-19. Diperkirakan dalam sepekan ini kepastian pemetaan wilayah tersebut sudah rampung. Dengan begitu, kemungkinan besar belajar tatap muka bisa dilaksanakan pada akhir bulan ini.

Pelaksana tugas Kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu Drs Eri Yulian Hidayat MPd menegaskan, ”Disdikbud masih melihat perkembangan situasi pandemi covid-19 di wilayah kota/kabupaten dan kecamatan. Pembukaan pembelajaran tatap muka tetap mengikuti aturan. Sekolah yang diperbolehkan belajar tatap muka sekolah yang berada di zona hijau dan kuning covid-19, sedangkan zona orange dan merah tidak diperkenankan.”

Karena, tidak semua zona wilayah terpapar covid-19, maka perlu dilakukan pemetaan wilayah, pemetaan ini dilakukan berdasarkan kecamatan. Dicontohkan saja di kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma yang semula sudah menjadi zona hijau, kemudian ditemukan lagi pasien terpapar covid-19 dan itu hanya terjadi dibagikan kecamatan saja.

”Kalau daerah yang terpapar dipukul rata menjadi zona orange atau zona merah tentu tidak tepat, oleh sebab itu perlu dipetakan wilayah zona hijau dan kuning per kecamatan,” ucapnya.

Dengan tuntasnya pemetaan wilayah tersebut, akan diketahui zona hijau dan zona kuning di setiap daerah dan perlunya payung hukum dari Gubernur Bengkulu. Dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) penetapan zona hijau dan zona kuning di kabupaten/kota. Dari SE tersebut, maka desakan wali murid yang menginginkan proses pembelajaran secara tatap muka bisa terpenuhi. Meski demikian tetap mengikuti aturan dan protokol kesehatan covid-19.

“Begitu pemetaan wilayah sudah dilakukan, kita tetap menunggu petunjuk pusat. Jangan sampai upaya ini justru kita dipersalahkan,” ucapnya.

Hingga saat ini, Disdikbud masih memberlakukan pembelajaran dengan sistem daring (dalam jaringan). Diakui diakui sistem ini keefektifannya masih jauh dari harapan. Karena, tidak semua wilayah di Provinsi Bengkulu, mendapat aliran jaringan internet dan tidak semua siswa memiliki perangkat android.

“Pembelajaran terkendala dari sarana prasarana pembelajaran daring, imbasnya belajar tidak efektif, tapi bagi anak-anak yang tidak mempunyai android tetap mendapat pembelajaran melalui modul,” tandasnya. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*