Dirut RSUD M Yunus Dicopot

RIO-PELANTIKAN DIRUT RSMY-DAISY NOVIRA-MUTASI RSMY (9)GADING CEMPAKA, BE – Derasnya sorotan terhadap buruknya manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus, mencapai klimaks.  Pemerintah Provinsi Bengkulu, kemarin melakukan pergantian kepengurusan struktur organisasi di rumah sakit terbesar di Provinsi Bengkulu ini.   Direktur RSUD M Yunus dr Yusdi Zahrias Tazar MKes, pun dicopot dari jabatannya.

Proses serah terima jabatan dan pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Drs H Asnawi A Lamat MSi, sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, di aula rumah sakit.

“Perombakan manajemen kepengurusan organisasi ini murni karena tuntutan masyakarat agar ada perbaikan menajemen di rumah sakit terbesar di provinsi yang kita cintai ini. Tuntutan ini kemudian dilanjutkan dengan koordinasi antara gubernur dan Baperjakat yang akhirnya memutuskan untuk melakukan mutasi di lingkungan rumah sakit ini,” ujar Sekprov saat dijumpai wartawan media ini, usai pelantikan.

Sementara terhadap direktur yang lama, lanjutnya, posisinya akan di-nonjob-kan dan ditempatkan sebagai dosen atau pejabat fungsional di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Provinsi Bengkulu.  Ketika ditanyakan adakah hubungannya perombakan ini dengan kasus yang membelit direktur RSUD M Yunus yang lama, dr Yusdi Zahrias Tazar MKes, Asnawi secara tegas menjawab tidak ada kaitannya.

“Masalah kasus korupsi yang bergulir di Mapolda Bengkulu tidak ada kaitannya dengan pergantian kepengurusan ini. Kita hanya memikirkan perjalanan rumah sakit ini ke depan. Dengan adanya perombakan ini, kita berharap adanya keseimbangan antara pelayanan rumah sakit yang baik dengan tuntutan masyarakat,” tukasnya.

Dijelaskan kandidat Wakil Gubernur ini, Pemprov tetap mengapresiasi kinerja direktur yang lama. Bagaimana pun, ujar Asnawi, Yusdi Zahrias telah memberikan kontribusinya terhadap rumah sakit yang menjadi rujukan tertinggi di provinsi ini. “Pak Yusdi sebenarnya sudah bekerja dengan maksimal. Tetapi derasnya tuntutan untuk meningkatkan kinerja di rumah sakit ini dari masyarakat, makanya kami simpulkan dibutuhkan adanya perbaikan-perbaikan,” tegasnya.

Asnawi tak menampik bila saat ini masih banyak keterbatasan-keterbatasan yang dijumpai di RSUD M Yunus. Keterbatasan itu tidak hanya terdiri dari sarana, namun juga dari prasarana yang ada. “Ya memang masih ada kekurangan-kekurangan seperti alat-alat kesehatan, pelayanan dan hal lain-lainnya.

Namun yang lebih penting kan sumber daya manusia yang jumlahnya kurang lebih 1300 orang yang ada di rumah sakit ini. Bagaimana mereka ini bisa dikelola dengan baik, itulah kuncinya. Dengan pergantian ini, kami berharap akan ada perubahan yang berarti agar rumah sakit ini dapat menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Dijumpai usai pengambilan sumpah, Direktur RSUD M Yunus yang baru, drg Daisy Novira Mars, mengatakan, dirinya merasa siap untuk mengemban amanah baru yang jatuh dipundaknya.

Mantan Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan ini berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada dirumah sakit sebagaimana yang dipinta oleh Pemprov dengan perombakan ini.
“Secara prinsip kami memang dituntut untuk selalu siap ditempatkan dimana saja. Yang pertama akan kami perbaiki adalah mengenai pelayanan.

Kami berkomitmen untuk dapat memperbaiki pelayanan kami agar masyarakat dapat merasa puas dengan pelayanan yang kami berikan disini. Meski akan melakukannya secara bertahap, tapi kami yakin akan dapat melakukannya ke depan secara baik dan memuaskan,” imbuhnya. (009)

Berikut Nama-nama yang Masuk Daftar Mutasi di RSUD M Yunus
mutasi rsmy