Diperiksa Seharian, KPA BPBD Bekeringat

GADING CEMPAKA, BE – Sesuai dengan agenda penyidikan atas kasus dugaan korupsi di BPBD Provinsi Bengkulu pada item pengadaan peralatan siaga bencana. Kemarin, Penyidik Subdit Tipkor Dit Reskrim Khusus Polda Bengkulu telah memeriksa Kuasa Penguna Anggaran (KPA) Proyek BPBD, Ir Bambang. Pejabat yang disebut – sebut paling bertanggung -jawab atas proyek bencana daerah ini datang ke Polda memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 WIB. Berikutnya Bambang langsung diperiksa dan pemeriksaan ini berlangsung seharian. Lamanya pemerikasaan membuat KPA Bambang berkeringat dan kelelahan.┬áDirektur Reskrim Khusus Polda Bengkulu, Kombes Pol Drs S.M. Mahendra Jaya, didampingi Kasubdit Tipikor,AKBP Roh Hadi SIK mengatakan, pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada KPA itu berkisar 100 pertanyaan. Mayoritas pertanyaan penyidik dapat dijawab oleh KPA tersebut. Untuk materi pertanyaan yang diajukan penyidik, terdapat beberapa poin penting. Seperti, aliran dana fee proyek, proses pengadaan peralatan siaga bencana hingga perbedaan harga barang dan lainnya. ” Kita perkirakan, beliau (Bambang,red) akan kita periksa hingga beberapa kali, karena materi pemeriksaan cukup banyak,” kata Roh Hadi, kemarin.

Pemeriksaan terhadap Bambang dilakukan di ruangan Subdit Tipikor. Dimulai sekitar pukul 09.00 WIB sejak ia datang. Kemudian, pada pukul 12.00 WIB, Bambang diperbolehkan untuk melakukan sholat dan istirahat sejenak. Barulah, sekitar pukul 13.30 WIB kembali menjalankan pemeriksaan hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Pantauan koran ini, walaupun diruangan pemeriksaan dilengkapi AC, namun Pejabat Pemprov itu tetap bekeringat. Ia sesekali terlihat menoleh kekiri dan ke kanan. Kegugupan terlihat jelas diwajah Bambang, saat para jurnalis yang kerap meliput berita dilingkungan Polda Bengkulu ini muncul. Ketika dikonfirmasi Bambang hanya membenarkan proses pemeriksaan yang tengah dijalaninya. ”Ya, saya memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani serangkaian pemeriksaan,” kata Bambang.┬áNamun saat diwawancarai lebih lanjut terkait proyek BPBD dan aliran fee proyek yang mencapai ratusan juta rupiah, Bambang hanya terdiam. Lalu berlari kecil ke mobil dinasnya, dan bergegas keluar dari pelataran Parkir Gedung Dit Reskrim Polda Bengkulu. (111)