Dinsos Bengkulu Launching Panti Pijat Tradisional

Dinsos Bengkulu Launching Panti Pijat Tradisional

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu, melaunching pijat urut tradisional panggilan. Hal itu guna memperdayakan kaum disabilitas, khususnya kaum tunanetra. Pembukaan panti pijat urut tradisional dilakukan di Kantor Dinsos Provinsi Bengkulu, Jumat (11/1/19).

“Kita tekankan ini bukan pijat urut plus-plus, tetapi ini urut tradisional yang profesional,” tegas Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dra. Efrilda Iriani kepada Bengkuluekspress.com Jumat (11/1).

Efrilda menerangkan, maksud dan tujuannya launching ini sebagai salah kegiatan sosial yang memberikan pelatihan, bimbingan serta bantuan bagi kaum disabilitas khususnya tunanetra.

Dalam launching pijat urut tradisional ini, Dinsos juga menyediakan satu unit sepeda motor untuk kendaraan oprasional bagi yang ingin memesan layanan pijat urut. “Untuk saat ini belum menggunakan aplikasi online. Jika ada yang mau pesan langsung hubungi Ibu Ratna selaku kordinatornya dinomor kontak 081273645155,” pungkasnya.

Kantor Dinsos Provinsi Bengkulu, menjadi salah satu tempat standby tukag urut selain di kantor Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) Bengkulu.Untuk harga, sekali urut satu orang dikenakan biaya Rp 50 ribu hingga Rp. 100 ribu. “Kegiatan ini juga salah satu kegiatan Dinsos untuk menunjang menuju wonderful 2020. Kan kalau ada tamu dari luar yang kecapekan di Hotel bisa pesan pijat urut tradisional,” tukasnya.

Efrilda menekankan sekali lagi, ini bukan pijat urut yang negatif. Ini pijat urut tradisional yang petugasnya kaum disabilitas. Nantinya jika ada yang ingin dipijat perempuan maka yang memijatnya juga perempuan begitu juga sebaliknya.

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejhateraan Sosial Provinisi Bengkulu H. Ir Anrof Wardin, MSi mengatakan, ini bentuk pemeberdayaan disabilitas yang diberikan Dinsos. Kegiatan ini sangat positif agar kaum disabilitas khususnya tidak terbuang ke pinggiran jalan dengan mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Jadi tidak salah, kita bicara dengan dinsos untuk mencoba membina mereka. Hari ini langsung direalisasikan,” tuturnya.

Lanjut Anrof, saat ini baru dua tempat urut yang dibuka dan mulai hari ini pelayanan urut tersebut dibuka. “Kenapa dipilih bantuannya seperti ini, karena ini merupakan peluang yang besar kita harapkan bagi mereka. Lihat saja dizaman modern saat ini, orang-orang pergi sedikit suka capek untuk itu kita buat urut profesional dari Pertuni ini,” tukasnya.

Ia menambahkan, untuk tenaga pijat urutnya tidak usah diragukan lagi karena sudah memiliki akreditasi dan dilatih terlebih dahulu. Jadi tidak usah khawatir Dinsos memiliki petugas pijat urut tradisional yang profesional. “Awalnya 20 orang yang dilatih, namun baru 11 orang yang dinyatakan profesional. Sebelas orang inilah yang akan memijat atau mngurut pelanggan,” tutupnya. (HBN)