Dinsos Bedah 90 Rumah Warga Rejang Lebong

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Zulfan Effendi SE MM

CURUP,bengkuluekspress.com– Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong akan membedah rumah masyarakat Rejang Lebong dari tak layak huni menjadi layak huni. Dimana tahun ini ada 90 rumah warga Rejang Lebong yang akan dibedah oleh Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong.
“Tahun ini kita mendapat program bedah rumah dari Dinsos, yaitu sebanyak 90 unit rumah warga Rejang Lebong yang akan kita bedah,” terang Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Zulfan Effendi SE MM, Selasa (15/6).

Dijelaskan Zulfan, dalam program bedah rumah ini, awalnya Kabupaten Rejang Lebong mendapat kuota sebanyak 100 unit rumah atau penerima, namun setelah dilakukan verifikasi terhadap para penerima, ada 10 orang yang dinyatakan tidak lolos verifikasi dan validasi, sehingga akhirnya yang bisa menikmati bedah rumah dari Kementerian Sosial RI ini sebanyak 90 orang.
“Kuota awal kita sebanyak 100 orang, namun setelah dilakukan Verval ada 10 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat,” tambah Zulfan.

Dijelaskan Zulfan program bedah rumah dari Kemensos RI ini berbeda dengan program bedah rumah pada umumnya. Dimana menurutnya penerimanya adalah masyarakat Lanjut Usia (Lansia), kemudian syarat lainnya aalah penerima tidak pernah mendapat program bantuan dalam 10 tahun terakhir.
“Kegiatan bedah rumah ini kita pusatkan ditiga kecamatan yaitu Kecamatan Curup Timur, Selupu Rejang dan Kota Padang,” papar Zulfan.

Dari tiga kecamatan tempat kegiatan bedah rumah dari Kemensos RI tersebut, kuota yang diberikan untuk setiap kecamatannya berbeda-beda. Dimana untuk Kecamatan Curup Timur ada 10 unit, kemudian di Kecamatan Selupu Rejang ada sebanyak 45 unit dan sisanya sebanyak 35 unit di Kecamatan Kota Padang.
“Dalam program bedah rumah ini, penerima program akan menerima bantuan sebesar Rp 15 juta yang akan digunakan untuk membeli material, dalam program ini tidak ada bantuan untuk upah pekerja,” paparnya.

Dalam program bantuan bedah rumah ini, penerimanya harus membentuk kelompok, karena nanti bantuan akan disalurkan melalui kelompok. Selain itu, menurut Zulfan kelompok ini nanti diharapkan bisa saling membantu dalam melaksanakan kegiatan bedah rumah. dengan saling membantu tersebut diharapkan bisa meringankan beban para penerimanya terutama beban untuk upah pekerja, karena dalam program tersebut tidak ada anggaran untuk upah pekerja.
Disisi lain ia juga mengungkapkan dalam program bedah rumah ini pelaksanaanya akan mendapat pendampingan dari Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) masing-masing kecamatan. Untuk pelaksanaan kegiatan sendiri, Zulfan mengaku pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.
“Kami berharap kegiatan bedah rumah ini bisa bermanfaat bagi para penerimanya, yaitu menjadikan rumah mereka yang sebelumnya tak layak huni menjadi layak huni,” harap Zulfan.(251)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*