Dinkes Rejang Lebong Buka Layanan Kesehatan Gratis

Ary, Pemantauan korban bencana oleh dinkes RL (1)
Dinas Kesehatan Rejang Lebong saat melakukan monitoring terhadap korban bencana alam puting beliung

CURUP, BE – Setelah dicabutnya status tanggap darurat bencana terhadap korban puting beliung di 3 desa yang ada di Kecamatan Bermani Ulu Raya. Dinas Kesehatan Rejang Lebong saat ini memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban.

“Selain dari Dinas Kesehatan, juga juga melibatkan kawan-kawan dari Puskesmas Bangun Jaya,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Agung Gunawan CP SKM MKes, melalui Kepala Bidang Pengendalian, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL), Nunung Tri Mulyanti SKM MM.

Menurut Nunung, pemberian pelayanan kesehatan yang diberikan pihaknya tersebut diawali dengan melakukan kunjungan ke lokasi bencana Selasa (26/1) kemarin. Dalam kunjungan tersebut selain melakukan pemantauan terkait kondisi terakhir kesehatan para korban puting beliung, pihaknya juga mengambil data real dari masyarakat yang menjadi korban bencana.

“Layanan kesehatan yang kita berikan ini gratis untuk 57 kepala keluarga yang menjadi korban puting beliung,” papar Nunung.

Masih menurut Nunung, beberapa penyakit yang mereka waspadai yang biasanya menyertai bencana antara lain demam, Ispa, flu, diarea maupun penyakit lainnya. Karena penyakit tersebut sangat rentan terjadi di lokasi-lokasi bencana.

Sementara itu, untuk mekanisme pelayanan yang mereka berikan, menurut Nunung setiap harinya petugas baik dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas Bangun Jaya akan melakukan pemantauan dengan berkeliling ke lokasi bencana. Bila memang nanti ditemukan ada korban puting beliung yang sakit, maka akan langsung dibawa ke Puskesmas Bangun Jaya.

“Untuk pengobatan akan kita lakukan di Puskesmas Bangun Jaya, karena selain Puskesmas tersebut sudah rawat inap, juga sangat dekat dengan lokasi bencana angin puting beliung,” papar Nunung.
Lebih lanjut Nunung menjelaskan, pelayanana kesehatan gratis yang diberikan Dinas Kesehatan bersama jajarannya tersebut akan berlangsung hingga dua minggu ke depan.(251)