Dinkes Minta Waspada DBD

Ist//BE
Petugas saat melakukan fogging untuk membunuh nyamuk aedes aegypti yang dapat menyebabkan terserangnya penyakit DBD.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu meminta masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal ini mengingat saat ini telah memasuki peralihan musim dari kemarau menjadi penghujan. DBD rentan menjangkit pada masa transisi ini. Bahkan saat ini sudah ada dua warga kota yang terserang DBD.

“Kami minta masyarakat untuk waspada terhadap penyakit DBD, karena ada 2 warga kota yang tinggal di Kelurahan Padang Nangka Kecamatan Singaran Pati, sudah terserang DBD,” kata Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni SKM kepada BE kemarin (2/12).

Menurutnya, penyakit demam berdarah biasanya diderita masyarakat ketika ada peralihan musim panas menjadi musim hujan. Ketika memasuki musim hujan banyak air yang tergenang sehingga menjadi sarang berkembangnya jentik nyamuk aedes aegypti. DBD atau demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. “Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus,” ujar Herwan.

Kedua nyamuk tersebut, menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue. Ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka virus akan tersebar. Oleh karena itu, Ia meminta agar masyarakat ikut serta membasmi perkembangan nyamuk dengan melakukan kegiatan 3M yaitu, menguburkan dan menguras serta menutup wadah yang dimungkinkan nyamuk berkembang biak dengan cepat. “Kita harus lakukan kegiatan 3 M sehingga bisa membasmi jentik-jentik nyamuk ini agar tidak ada korban lagi,” tuturnya.

Dengan membasmi nyamuk ini, maka serangan DBD bisa diminimalisir. Apalagi peristiwa serangan DBD yang terjadi diawal tahun 2018 yang lalu lumayan banyak akibat lingkungan yang kurang bersih dan banyaknya genangan air yang menjadi tempat nyamuk bertelur. “Air hujan yang terkumpul ditempat-tempat yang tidak terpakai merupakan salah satu lokasi yang sangat bagus untuk wadah berkembangnya nyamuk demam berdarah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar membuang air yang tergenang di semua wadah yang memungkinkan nyamuk berkembang agar terhindar dari penyakit DBD. “Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam membasmi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan aedes albocpictus agar terhindar dari penyakit DBD, tidak hanya cukup dengan fogging saja, tetapi harus ada kesadaran serta peran dari warga, terkait bahaya DBD itu sendiri,” demikian tutupnya. (529)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*