Dinkes ‘Jemput Bola’ Proses Vaksinasi

 Kadis Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawaty

BENGKULU, BE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, terus berupaya dan memaksimalkan agar proses vaksinasi bisa tuntas sebelum lebaran, terutama bagi lansia.

Hal ini sesuai dengan instruksi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu. Namun hingga sekarang ini, lansia yang sudah mendapatkan vaksinasi baru mencapai 4 ribu lansia dari target sebanyak 10 ribu lansia.

“Ini langkah yang kita lakukan sekarang ini. Tujuannya agar proses vaksinasi bagi lansia bisa mencapai minimal 70 persen di Kota Bengkulu ini,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawaty, Sabtu (8/5).
Oleh sebab itulah, agar target tersebut bisa tercapai dalam waktu dekat ini, Dinkes melalui tenaga kesehatan (nakes) melakukan jemput bola atau mendatangi rumah lansia tersebut untuk dibujuk agar mau ikut ke puskesmas atau rumah sakit untuk dilakukan penyuntikan.

Ia menjelaskan, agar jemput bola ini bisa berjalan dengan lancar dan sesuai yang direncanakan, dinkes juga akan meminta bantuan dari TNI/Polri terutama para Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk ikut serta membujuk dan menjemput lansia di rumahnya.

“Kita juga melibatkan TNI/Polri nantinya agar program jemput lansia ini bisa berjalan sesuai rencana nantinya,” tuturnya.

Hal ini dikarenakan, sesuai instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI jika lansia menjadi prioritas pemerintah untuk mendapatkan vaksinasi karena lansia sangat rentan terpapar Covid 19 terutama diatas usia 60 tahun keatas.

“Yang jelas semua cara dan langkah akan kita lakukan, agar target yang sudah ditetapkan Pemkot Bengkulu bisa tercapai terkait program vaksinasi ini,” bebernya.

Kadinkes kota pun terus meminta dan menghimbau kepada warga Kota Bengkulu yang memiliki saudara, keluarga atau orang tua yang lansia (usia 60 tahun ke atas) agar dibawa ke puskesmas terdekat agar dapat divaksin dan diberikan pemahaman yang baik terkait vaksin ini yang sangat aman dan tidak ada efek sampingnya.

“Tentunya peran keluarga sangat kita butuhkan dalam menyukseskan program pemerintah ini. Karena, keluarga yang lebih mengerti dan mengetahui kondisi keluarganya yang lansia tersebut agar mau dan bisa dibawa ke puskesmas atau rumah sakit,” tutupnya. (529)