Dinkes Dinilai Lamban

EFRY/BE
Wabup Seluma saat menyidak fasilitas isolasi yang belum dikerjakan.

SELUMA, Bengkuluekspress.com – Belum siapnya fasilitas untuk isolasi bagi tenaga medis di eks Kantor Diklat membuat Wakil Bupati Seluma, Suparto MSi, marah. Saat melakukan Sidak, Wabup mendapati kalau fasilitas isolasi itu malah belum dikerjakan. Mulai dari air bersih, kasur dan tempat tidur termasuk instalasi listrik, tidaklah tersedia. Alhasil, celoteh kemarahan pun keluar dari mulut wakil bupati yang menilai lambannya penyediaan ruangan isolasi oleh Dinas Kesehatan Seluma.

“Belum ada satupun yang bisa dimanfaatkan ini. Seharusnya sekarang sudah selesai. Banyak fasilitas yang terlebih dahulu harus dilengkapi, baru bisa dijadikan ruang isolasi bagi tenaga medis ini, dan bisa dilihat sendiri apa yang memang dibutuhkan,” tegas Wabup, kemarin.

Dijelaskan, hal yang pertama harus di perbaiki adalah pengadaan terlebih dahulu. Seperti listrik dan lampu, mesin air bersih, AC dan kipas angin serta perlengkapan tidur yang juga belum tersedia. Termasuk pintu dan kaca kamar juga tidak ada lagi, namun beberapa diantaranya sudah ada.

“Terpenting diperbaiki dan lengkapi dahulu, perencanaan apa saja yang diperbaiki harus segera dilakukan,” ujarnya.
Dibeberkan, jika perbaikan haruslah dilakukan dengan cepat. Pasalnya, tenaga medis merupakan ujung tombak dari penanganan Covid-19 ini.

Serta dorongan serta suport dari warga dalam pengentasan dan penyebaran Covid-19 ini. “Saya minta tim Dinkes bisa bergerak cepat dalam hal ini. Agar cepat dalam pengentasan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Rudi Sawaludin SSos dalam rapat bersama Tim Pansus DPRD Seluma menegaskan, jika seluruh kebutuhan dari pengisian fasilitas isolasi masih dalam tahap inventarisasi. Termasuk menginventarisir apa saja yang dibutuhkan. Mengingat beberapa fasilitas di eks Diklat tersebut sudah tidak layak dan tidak memadai lagi.

“Kami minta waktu satu minggu ke depan untuk memperbaiki eks Diklat agar bisa dimanfaatkan untuk isolasi tenaga medis,” ujarnya.

Rudi juga menerangkan jika dari usulan kebutuhan anggaran saat ini sudah dicairkan sebesar 60 persen dari usulan. Namun masih tetap saja ada kekurangan terhadap pengadaan alat pencuci tangan yang sudah terpasang sebanyak 100 unit dari pesanan sebanyak 400 unit. Namun, Rudi meminta dukungan Tim Pansus agar mendahului anggaran bisa diselesaikan pembayarannya.

“Kita minta dukungan agar pembayaran pengadaan pencuci tangan yang mendahului anggaran ini bisa dibayarkan. Mengingat penyebaran Covid-19 ini tidak bisa dibendung,” bebernya. (333)