Dinaskeswan Terlena

BENGKULU,BE – Mencuatnya kasus flu burung sampai merenggut korban jiwa cukup mengejutkan. Apalagi dengan jumlah korban suspect yang terus berjatuhan dan fenomena ayam mati mendadak, kian membuat flu burung menjadi teror baru di Provinsi Bengkulu. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi drh Irianto Abdullah tak menyangka jika Bengkulu sampai dijangkiti virus flu burung. Ia pun berasumsi selama ini Bengkulu negatif flu burung. Meski beberapa tahun terakhir ada ayam yang mati mendadak, tetapi saat dilakukan penelitian oleh petugas, hasilnya negatif. ” Sehingga tidak mengira, hingga tiba-tiba ada korban meninggal karena positif flu burung,” katanya. Ia menegaskan meski kasus kematian unggas sangat banyak tetapi semua dinyatakan negatif flu burung. Kejadian flu burung baru terjadi kali ini. ” Saya pikir kita agak  terlena, karena selama ini negatif flu burung,” akunya. Terhadap kasus flu burung yang terjadi baru-baru ini, pihaknya telah turun ke lapangan. Selain melakukan penyemprotan terhadap vaksin disinfektan, juga melakukan sosialisasi terhadap masyarakat.

Sosialisasi akan lebih digencartkan lagi. “Kabupaten/Kota diminta peran aktifnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tuturnya. Ditegaskannya, upaya untuk mengurangi risiko berjangkitnya flu burung adalah dengan menyebarluaskan informasi yang benar mengenai penanganan flu burung. ”  Pengalaman telah menunjukan apabila masyarakat mendapat informasi yang benar maka tidak jarang masyarakat sendiri kemudian dapat menyebarkan informasi  untuk menghadapi berbagai masalah termasuk flu burung,” tambahnya. Terkait virus yang meresahkan ini, masyarakat harus senantiasa mengetahui apa flu burung itu dan tindakan apa yang bisa dilakukan agar terhindar dari bahayanya  flu burung. “Langkah sosialisasi inilah ke depannyang akan kita tingkatkan,” katanya. Ia mengakui penanggulangan flu burung selama ini terkendala anggaran. ” Seharusnya yang menganggarkan ini pemerintah Kabupaten dan Kota. Beberapa waktu lalu, sudah kita kumpulkan, menandatangani kesepakatan bersama, dalam pencegahan flu burung. Semua siap menganggarkan tetapi pada kenyataannya, hingga saat ini hanya sebagian kecil saja yang menganggarkan,” katanya. Irianto mengatakan anggaran penanggulangan flu burung ini sangat penting karena menyangkut keselamatan masyarakat. Penyebarannyapun sangat mengerikan. ” Semua orang bisa terkena, karena itu, butuh keseriusan bersama melawan flu burung ini,” terangnya. Mengenai anggaran, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Rahimandani MA mengatakan apabila dinilai sangat dibutuhkan, ke depan akan dianggarkan untuk penanggulangan virus flu burung. ” Sekarang ini pemerintah harus cepat tanggulangi flu burung ini. Upaya pencegahan harus dilakukan cepat. Tahun ini memang tidak dianggarkan, tetapi bisa dianggarkan dalam perubahan APBD,” pungkasnya

Tunggu Hasil Lab

Di bagian lain, Pasien suspect flu burung Ade (21) warga Kebun Dahri dan Yoko (22) masih harap-harap cemas. Pasalnya, hasil uji laboratorium atas sample pengambilan darah atas keduanya belum juga turun. Pun begitu kondisi keduanya semakin membaik. Panasnya terus menurun, dan peneceranan juga semakin normal. Tim dokter terus memberikan pemeriksaan serta menyarankan agar pasien bisa menkonsumsi air lebih banyak. “Maksud kita agar pasien bisa mengkonsumsi air lebih banyak agar metaboliosme tubuh membaik. Untuk makan sendiri, masih harus mengkonsumsi yang lembut,” ungkap dokter perawat, dr Yohens. Saat ini ia mengatakan masih belum bisa memastikan apakah posistif atau negatif terinfeksi H5N1. Tidak diketahui secara pasti, apakah penderita yang saat ini sudah diisolasi dari pasien lainnya di ruang Kemuning. “Tindakan jaga-jaga masih kita lakukan dalam menangani pasien hingga turunnya hasil lab secara resmi,” jelasnya.(100/160)