Dinas Pertanian BS Ajak Warga Beli Kurban Lewat Aplikasi

KOTA MANNA,bengkuluekspress.com – Untuk mempermudahkan masyarakat dalam membeli hewan kurban di masa pandemi Covid-19, Dinas Pertanian Bengkulu Selatan (BS) melakukan kerjasama dengan Bappeda Litbang BS, dalam hal pembuatan Aplikasi penjualan hewan kurban. Aplikasi tersebut diberi nama Siinforman dan sudah dilaunching pada 31 Maret 2021 di Playstore.
“Saat ini pembelian hewan kurban lebih praktis, cukup lewat aplikasi,” kata Kepala Dinas Pertanian BS, Ir Sulistero MM melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Okta Feriyenni SPi.

Dikatakan Okta, kualitas hewan kurban yang dijual dalam aplikasi tersebut dapat di pastikan mempunyai kualitas bagus. Bahkan saat ini sudah ada tujuh sapi yang di jual dalam aplikasi Siinforman dan dua ekor kambing yang sudah siap dikurbankan. Untuk membeli sapi dan kambing yang sudah siap dikurbankan maka masyarakat harus mendownload terlebih dahulu aplikasinya di Playstore dan mengikuti langkah yang sudah di arahkan di dalam aplikasi tersebut. Dalam aplikasi tersebut, selain bisa membeli hewan kurban, warga juga bisa menjual hewan mereka di dalam aplikasi secara gratis. Dengan cara menghubungi pihak Dinas Pertanian kemudian akan dimintai foto hewan yang akan di jual, nama lengkap penjual, foto KTP penjual, kualitas hewan yang akan dijual dengan bukti hewan sehat dan lain sebagainya. Apabila, hewan yang dijual dalam aplikasi tersebut sudah terjual maka akan diberi tanda Soul Out (habis). Untuk harga hewan yang dijual tersebut bervariasi, mulai dari 2 juta hingga puluhan juta tergantung jenis hewan yang dijual. Dalam aplikasi tersebut masyarakat bisa memilih hewan yang akan dibeli melalui aplikasi dengan harganya sudah tertera. Sehingga, warga dengan mudah mencari hewan untuk dikurbankan pasca lebaran haji mendatang.
” Untuk transaksi dan negosiasi hewan kurban, pembeli bisa menghubungi penjual langsung dengan cara menghubungi penjual melalui chat dalam aplikasi Siinforman atau menghubungi penjual melalui nomor yang sudah tertera,” beber Okta.

Ditambahkan Okta, setelah negosiasi selesai dan cocok, maka antara penjual dan pembeli bisa bertemu di lokasi yang mereka tentukan. Setelah itu bisa dilakukan serah terima hewan kurban. Dijelaskan Okta, dalam sistem jual beli hewan kurban melalui aplikasi ini pihaknya tidak ikut campur. Sebab, mereka hanya menyediakan media untuk warga yang hendak menjual hewan mereka secara online. Namun, dirinya memastikan semua hewan yang dijual sudah memenuhi kriteria hewan siap dikurbankan. Sebab, sebelum dijual dalam aplikasi, hewan akan dimintai keterangan yang jelas.
” Kami pastikan hewan yang dijual dalam aplikasi ini kualitasnya terjamin dan lebih praktis,” demikian Okta. (369)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*