Dilanda Banjir, Puluhan Rumah di Benteng dan Bengkulu Utara Terendam


Bakti/BE
BANJIR : Taeran, Kades Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi mengunjungi rumah warga yang terkena dampak bajiir akibat luapan air Sungai Bengkulu, Selasa (24/11)
APRIZAL/BE
Tampak banjir merendam rumah warga yang mukai surut.

KARANG TINGGI, bengkuluekspress.com – Hujan deras yang terjadi, sejak Senin (23/11) sore membuat aliran sungai Air Bengkulu meluap. Akibatnya, puluhan rumah di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dan Bengkulu Utara (BU) terendam.
di Benteng terdapat 29 rumah warga di Desa Taba Terunjam dan 36 rumah warga di Desa Talang Empat terendam.
“Air masuk ke rumah warga sejak Senin malam. Pada pagi hari, air mulai surut dan masih menggenangi pekarangan rumah. Semoga saja, curah hujan tak terlalu tinggi dan tak menimbulkan bencana banjir,” kata Camat Karang Tinggi, Feri Aprianto SSos.

Selain masuk ke rumah warga, banjir juga menggenangi sekitar 25 hektare (Ha) lahan persawahan milik 14 orang warga.
“Informasi yang kami peroleh, banjir juga menghanyutkan padi milik petani yang sudah dipanen dan masih berada di lahan persawahan,” beber Feri.

Sementara di BU, sebanyak 52 kepala keluarga (KK) warga Desa Talang Renah Kecamatan Air Besi BU terendam banjir setinggi kurang lebih 1 hingga 1,5 meter. Hal ini pun diakui oleh Kepala Desa Talang Renah, Sarmannadi saat awak media mendatangi lokasi kejadian, Selasa (24/11).
“Ya, akibat hujan dari pukul 13.00 WIB (23/11) red) aliran air sungai yang berada di sekitaran desa naik. Naiknya air sekitar pukul 21.00 wib, akibatnya 52 KK rumahnya terendam banjir,” kata Kades Sarmannadi.

Sarmannadi menambahkan, bahwa akibat kejadian tersebut tidak ada menimbulkan korban dan kerusakan, atau pun hewan ternak yang mati. Hanya saja pasca kejadian ini banyak sawah yang dimiliki warga terancam gagal panen akibat banjir tersebut.
“Allhamdulillah tidak ada korban dan kerusakan atau hewan ternak mati, hanya saja sawah yang dimiliki warga terancam gagal panen,”terangnya.

Dari pantau awak media dilokasi banjir melanda di beberapa desa mulai dari jalur lintas desa Curup menuju Desa Kota Agung, tepatnya di Tanjung Ginting, Talang Renah dan Talang Lembak. Namun air yang merendam rumah warga sudah mulai berangsur surut, hanya beberapa rumah warga saja yang masih terendam banjir setinggi pinggang anak-anak.(127/135)