Dikucilkan Soal Covid, Warga Lapor Posko

LAPOR: Salah satu warga Pasar Baru Kecamatan Kaur Selatan mendatangi dan melapor ke Posko Induk Covid-19 Kabupaten Kaur, Selasa (2/6)

KAUR SELATAN,Bengkuluekspress.com– Salah seorang warga Desa Pasar Baru Kecamatan Kaur Selatan Marlianto (43), kemarin (2/6) melapor ke Posko induk Penanganan Covid-19 Kabupaten Kaur. Hal ini menyusul sejumlah warga menganggap ibu sudah pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19. Akibatnya warga enggan dekat dengan ibunya dan keluarga besar mereka merasa di kucilkan. Yang lebih parahnya lagi beredar isu disejumlah tempat ibunya pernah kontak pisik dengan pasien covid sehingga pihak keluarga merasa keberatan.

“Iya kami kesini minta kejelasan dengan posko sebab pasien Covid ini kan di karantina disini terus beredar isu ibu saya sempat kontak pisik sehingga kami juga minta pihak posko melakukan upaya upaya agar ibu saya tidak dikucilkan padahal ibu saya tidak pernah kontak pisik dengan salah satu pasien covid,” ujar Marlianto kemarin (2/6).

Dikatakannya, akibat isu yang tak sedap itu saat ini warga menjauhi ibunya dan menuding ibunya membawa virus. Padahal sampai saat ini kondisi ibunya sehat dan juga tak pernah kontak langsung dengan pasien covid. Keluarganya diisukan pernah salaman dengan pasien covid sehingga merasa dipitnah dan minta pencemaran nama baik itu dapat dikembalikan dan diumumkan kepada warga khususnya desa mereka bahwa hal itgu tidak benar.

“Kami keberatan dengan isu yang beredar sebab berugikan pihak keluarga kami dikucilkan,” ujar anaknya.

Semetara itu, gugus tugas Covid-19 Kaur danpos AL Linau Letda (L) Asep Seapudin yang berada di posko kemarin memberikan penjelasan dengan pihak keluarga bila pada bulan Mei 2020 yang lalu pasien Covid yang dimaksud sudah dikarantina di posko induk Copid dan saat ini juga sudah dipindahkan ke RSUD Kaur, jadi bila bila ada yang bersalaman dengan pasien covid tersebut maka hal itu tidak mungkin sebab sudah dilakukan karantina.

“Sudah kita lakukan pengecekan dengan sejumlah data yang kita terima itu tidak benar yangbersangkutan tidak pernah kontak pisik dengan pasien covid,”ujarnya.

Semenetara itu, Kades pasar Baru Upik Johan melalui suratnya bernomor 118/PB/KS/2020 yang ditujukan kepada Posko Induk Covid juga meminta dilakukan rapid tes kepada ibu Marlianto. Hal ini untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan juga menjawab ketenggangan yang ada di desanya.

Selaian itu juga meminta penjelasan dengan pihak tim gugus tugas terkait isu yang beredar bila pasien covid pernah keluar dari posko.

“Sudah kita kirimkan surat salah satunya minta dilakukan rapid test kepada salah satu warga kita,” tandasnya. (618)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*