Dikirim Melaui Provinsi Lain, Komoditas Pertanian Bengkulu yang Diekspor Tidak Terdata

FOTO RIFKY/BE – Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Bengkulu sedang menyampaikan materi sosialisasi

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menambah devisa negara adalah dengan mendorong ekspor komoditas pertanian. Hanya saja, ada komoditas pertanian yang diekspor dari Provinsi Bengkulu yang tidak terdata di Karantian Pertanian Bengkulu.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Bengkulu M. Ischaq menuturkan, Provinsi Bengkulu saat ini melakukan beberapa ekspor komoditas pertanian, ada yang langsung dari Bengkulu, ada juga melalui provinsi lain. Khusus melalui provinsi lain ini, tidak terdata di Karantina Pertanian.

“Komoditas pertanian seperti karet di Provinsi Bengkulu juga menghasilkan, tetapi ekspornya melalui Palembang. Sedangkan yang melalui Bengkulu hanya cangkang sawit dan produk kayu,” ujar Ischaq, saat mengsisi acara sosialisasi UU No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Selasa (25/2).

Salah satu komoditas yang diekspor dari pertanian di Provinsi Bengkulu adalah teh dari Kabawetan Kepahiang. Hanya saja, teh ini tidak termasuk di catatan Karantian Pertanian karena ekspornya melalui Pelabuhan Tanjung Priuk.

“Karena ekspornya tidak dari Bengkulu jadi dalam database kami di karantina seolah olah tidak ada produk pertanian yang di ekspor padahal yang menghasilkan ada di sini. Salah satu contohnya komoditas seperti teh di Kabupaten Kepahiang yang di kirim melalui Tanjung Priuk,” ujarnya.

Ischaq berharap kedepannya, setiap produk pertanian dari Bengkulu yang diekspor, baik melaui Provinsi Bengkulu maupun melalui provinsi lain, dilaporkan ke Karantian Pertanian, sehingga databasenya tercatat.(CW1)