Dikenal Humoris dan Punya Pergaulan Luas

Wabup RL Drs Slamet Diyono Tutup Usia

Drs Slamet Diyono sedianya berada di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sekitar pukul 09.45 WIB kemarin. Ia akan terbang menuju Batam guna menghadiri kegiatan nasional Penerapan Teknologi Tepat Guna. Tetapi siapa sangka sekitar pukul 04.00 WIB ia meninggal dunia secara mendadak setelah sempat dirawat di RSUD Tiara Sella Kota Bengkulu.

Okta Firdawan, Curup

SEJAK pagi kemarin ribu pelayat terlihat silih berganti mendatangi rumah dinas Wakil Bupati Rejang Lebong di Kelurahan Dwi Tunggal Curup. Kabar duka meninggalnya Drs Slamet Diyono yang begitu mendadak bahkan membuat sejumlah pejabat provinsi seperti Plt Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, mantan Wabup RL Iqbal Bastari, Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi, Bupati Lebong Rosjonsyah, Ketua DPRD Bengkulu Utara serta sejumlah anggota forum koordinasi pimpinan daerah dari beberapa kabupaten langsung datang ke Kota Curup.

Mereka ikut menghadiri fardhu kifayah hingga pemakaman almarhum Slamet Diyono di tempat pekamanan umum Kelurahan Air Putih Lama Curup.

Bupati RL H Suherman SE MM, Ketua TP PKK RL Hj Susilawati SE MM, Sekda RL Drs Sudirman, pejabat instansi pemerintah dan intansi vertikal serta sejumlah anggota DPRD RL, tokoh masyarakat, PNS bahkan ikut terlarut dalam suasana duka. Di bagian lainĀ  R Umami, istri tercinta Slamet Diyono beserta anak dan keluarganya sangat terpukul dengan kabar meninggalnya sang suami secara tiba-tiba itu. Luapan kesedihan seakan tidak terbendung dari keluarga yang ditinggalkan.

Kematian memang rahasia yang maha kuasa. Seharunya sekitar pukul 09.45 WIB kemarin Wakil Bupati RL itu dijadwalkan sudah berada di Fatmawati Soekarno Bengkulu untuk penerbangan menuju Batam dengan terlebih dahulu transit di bandara Sukarno Hatta Jakarta menggunakan pesawat komersil Lion Air.

2012 Bapak empat anak yang baru berulang tahun 7 Oktober itu sedianya berada di Batam untuk menghadiri kegiatan nasional Penerapan Teknologi Tepat Guna yang dibuka langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhono.

Tapi siapa sangka, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari suami R Umami itu mengeluh sakit, dan segera dilarikan ke rumah sakit Tiara Sella Kota Bengkulu. Namun sang maha kuasa berkehendak lain, sekitar pukul 04.00 WIB, Slamet Diyono meninggal dunia di usianya yang ke 59 tahun. “Bapak itu selama saya dampingi tidak pernah mengeluh sakit, kecuali menceret dan sakit gigi,” ujar ajudan Wabup Suroto ditemui wartawan.

Suroto mengaku, Senin (8/10) Wabup berangkat ke Kota Bengkulu sekitar pukul 15.00 WIB dan menginap di kediamanya pribadinya di Jalan Halmahera Kelurahan Surabaya Kelurahan Sungai Serut Kota Bengkulu. Hal itu dilakukan Wabup agar keberangkatanya ke bandara Fatmawati Soekarno menuju Batam menggunakan pesawat lebih dekat. “Sore itu Bapak terlihat sehat seperti biasa, tidak ada keluhan sakit,” tutur Suroto menjelaskan.

Terlepas dari rahasia Allah SWT tersebut, Slamet Diyono merupakan pribadi yang bersahaja, humoris dan cukup aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pemerintahan. Sikapnya itu yang membuat Bupati RL H Suherman SE MM meminang pria kelahiran Pacitan, 7 Oktober 1953 sebagai wakil dalam pencalonan Pilkada 2010 melalui jalur independen.

Slamet Diyono mengawali karir sebagai PNS di Depnaker Provinsi Bengkulu pada tahun 1981 hingga 2001, Dinas Pertambangan dan Energi RL tahun 2001 hingga 2005, Bappeda RL tahun 2005 hingga 2009, Kepala KPT RL tahun 2009, lalu pensiun dan dipercaya masyarakat sebagai Wakil Bupati RL hingga sekarang.

Slamet Diyono bahkan sempat aktif sebagai pengajar di Universitas Semarak Bengkulu (UNSEB) cikal bakal dari Universitas Bengkulu, serta aktif di organisasi masyarakat PMJB RL, serta organisasi sosial dan kepemudaan. Dari pernikahannya dengan istri tercinta R Umami, pria yang akrab disapa pak Slamet itu memiliki 4 anak, serta seorang cucu. (**)