Dikenal Alim dan Sering Dakwah

Rumah duka Edi Purwanto alias Edi Bagong yang tewas ditembak polisi di Desa Belitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi, kemarin, terlihat ramai dikunjungi warga berjubah (baju gamis pria) dan berjenggot panjang . Meski terletak persis di pinggir jalan lintas Curup-Lubuklinggau, namun menuju rumah duka harus dilalui dengan berjalan kaki sekitar 1 kilometer. Ini lantaran blokir jalan yang dilakukan warga. Terlihat ibu korban duduk di sudut pintu rumah, menyambut para pelayat yang datang. Ditemui wartawan, Sutarti (51) ibu korban menyampaikan rasa sedihnya atas peristiwa tragis yang menimpa anak ke dua dari lima bersaudara itu. “Kami hanya ingin ada pertanggung jawaban, dalam bentuk pemakaman yang wajar untuk anak kami, itu saja. Kedepan saya bermohon peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi keluarga kami,” tutur Sutarti. Diceritakan Sutarti, anaknya itu bekerja sebagai petani dan berjualan. Edi Bagong juga aktif dalam kegiatan para jemaah (kelompok pengajian) dalam berdakwah di masjid-masjid dan sering melantunkan azan di Al Munawarah yang terletak sekitar 100 meter dari kediamannya di Desa Belitar Muka. “Makanya saja tidak tahu peristiwa ini. Saya sedang berada di rumah saudara korban dan mendapatkan telepon soal penembakan ini,” terangnya.

Begitu juga Kades Belitar Muka, Suryono dikonfirmasi wartawan menerangkan, jika Edi memang aktif sebagai jemaah salah satu pengajian, dan ikut dalam berbagai kegiatan pengajian. “Setahu kami korban ini tukang adzan di majid desa, dan sering menyampaikan dakwah. Selain itu saya tidak tahu lagi aktivitasnya, kecuali berkebun dan jualan,” tambah Kades lagi. Edi Bagong merupakan ayah dari seorang anak bernama Sifa yang berumur 9 bulan. Nur Aini (27) istri korban tinggal di Kota Bengkulu di rumah orang tuanya dengan keadaan yang kurang sehat. “Edi bekerja di Belitar Muka untuk mencari nafkah. Karena kurang sehat istrinya dititipkan kepada mertuanya di Kota Bengkulu,” tambah Sutarti. Terlepas itu, sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, jasad Edi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Belitar Muka.(999)