Dikbud Minta Walimurid Buat Surat Keterangan

somasi-surat
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Dra Rosmayetti MM, prihatin atas terjadinya kekeliruan pada penulisan ijazah yang terjadi di SDN 19 dan SDN 12 kota Bengkulu. Dia meminta wali murid membuat surat keterangan atas kekeliruan itu.

“Kita sudah berpesan agar penulisan ijazah berhati-hat dan terhindar dari kesalahan. Karena blanko yang terbatas,” kata Rosmayetti.

Terjadinya kesalahan penulisan ini, kata Rosmayetti, sangat berdampak terhadap masa depan anak. Terlebih mereka bisa saja tidak bisa mengikuti ujian atau kegiatan lain karena diduga ijazahnya palsu.  “Kita minta seluruh sekolah mendata dan menginventarisir berapa jumlah ijazah yang salah,” ucapnya.

Ijazah yang sudah salah, kata Rosmayetti, secepatnya dibuatkan perbaikannya. Dengan membuat surat keterangan dengan menerangkan kembali kesalahan yang terjadi pada ijazah.  “Penulisan ijazah tidak boleh ditipe ex. Kalau diperbaiki langsung di sekolah dampaknya ijazah bisa tidak diakui, sesuai aturan lebih baik dibuat surat keterangan,” katanya.



Rosmayetti mengingatkan, kesalahan seperti ini harus diminimalisir Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD). Dengan penulisan ijazah benar-benar dicek dan diteliti ulang.  Seperti diketahui, operator SMP menemukan kejanggalan dalam penulisan ijazah di SDN 19 dan SDN 12 Kota Bengkulu. Kesalahan penulisan terletak pada nomor ujian sekolah yang seharusnya menyertakan tahun ujian nasional, namun berlaku mundur dari tahun ijazah dikeluarkan.

Kepala SDN 19 Kota Bengkulu, Masyhuri Effendi pun mengakui ada masalah penulisan ijazah ini pada alumni siswa/siswinya. Kesalahan dalam penulisan ijazah itu terjadi karena faktor human erorr. Pegawai yang ditunjuk tidak memperhatikan teknis penulisan ijazah yang baik dan benar. Ia selaku atasan mengaku kecolongan tidak melakukan cek ulang pada data yang akan ditulis.

Sekolah, kata Masyhuri, mengetahui adanya kejanggalan penulisan ijazah itu dari media, serta adanya wali murid yang komplain. Setelah ditelusuri tidak semua ijazah yang tamat tahun 2016 salah. Dari 116 siswa/siswi diketahui 77 siswa/siswi yang ijazahnya salah penulisan. (247)