Dikbud Dipaksa Pindah

BENTENG, BE – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Samsuri Anif, S.Pd mengeluhkan fasilitas kantor lembaganya yang baru di komplek perkantoran Desa Renah Lebar, Kecamatan Karang Tinggi. Di kantor yang baru itu, sarana air bersih, jalan, jaringan internet dan masih banyak membutuhkan perbaikan. Sementara diawal tahun 2014 ini juga, kantor baru tersebut harus ditempati. Para pegawai Dikbud dipaksakan harus pindah ke kantor yang baru dan bekerja dengan fasilitas serba minim tersebut.
“Bagaimana kita mau pindah kalau sarana dan prasarana belum ada,” ungkap Samsuri.
Menurut Samsuri, walaupun kondisi kantor baru itu serba kekurangan, ia dan pegawainya tetap akan mencoba untuk pindah, sesuai dengan instruksi bupati.  Instruksi bupati dipatuhi mengingat orang nomor 1 di Benteng tersebut selaku pimpinan tertinggi di daerah ini. Rencananya proses pemindahan dilakukan pada tanggal 7 dan 8 Januari 2014 ini. Untuk pindah kantor banyak hal yang butuh disiapkan terlebih dahulu, seperti mengumpulkan arsip dan data dinas. Jika data penting itu hilang bisa menimbulkan masalah baru.
“Kita tetap patuh dengan instruksi bupati, untuk segera pindah kantor,” terangnya.
Dijelaskannya, terkait keperluan kelengkapan sarana dan prasarana yang belum ada, walaupun tidak mendapatkan kucuran anggaran Dikbud tetap melakukan perbaikan, yang anggarannya diambil dari dana dinas. Sebab tidak mungkin fasilitas itu tidak dilengkapi, karena sangat mempengaruhi kinerja pegawai nantinya. Hanya saja, perbaikan yang dilakukan secara bertahap. Hal itu, mengingat dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki.
“Fasilitas yang kurang itu tetap kita perbaiki,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan pindah kantor berdampak bagi pegawai Dinas Dikbud yang tinggal di Kota Bengkulu. Jarak kantor dari rumah mereka semakin jauh. Kalau selama ini mereka bisa tiba dikantor hanta menepuh waktu setengah jam, dengan kantor baru  membutuhkan waktu sekitar 1 jam. sebab, letak kantor Dikbud yang baru kini lebih jauh.
“Walaupun jauh, saya harap PNS tetap displin,” harapnya. (111)