Dikbud Didesak Verifikasi Ulang Radius Zonasi

large-sekolah-01
Foto :Ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Bengkulu kembali didatangi ratusan walimurid yang kecewa anaknya belum diterima di sekolah negeri melalui Penerimaan Peserta Didik Baru sistem zonasi. Diduga banyak warga melakukan tindakan kecurangan dengan pindah Kartu Keluarga pada famili lain di dekat sekolah favorit. Tindakan ini jelas dinilai menzolimi warga kawasan sekolah karena harus terdepak dari zonasi sekolahnya.

Indah, walimurid yang mengaku telah puluhan tahun tinggal di kawasan Sawah Lebar, melihat adanya kejanggalan dalam radius jarak yang tertera pada sistem PPDB online. Satu titik bisa didapat lebih dari dua keluarga. Tak hanya itu, tahun lalu, sistem zonasi ini banyak yang pindah kartu keluarga mendekati zonasi, namun realita mereka tetap tinggal bersama orang tuanya di tempat lain.

“Saya rumah di Sawah Lebar, jarak kami ke SMAN 5, 0,8 km kami terdepak dalam sistem, lalu apa gunanya zonasi,” ujarnya diamini warga lain.

Kedatangan para walimurid ke Disdikbud Provinsi Bengkulu tak lain mendesak untuk melakukan verifikasi ulang siswa yang dinyatakan lulus di dekat zonasi mereka. Mendapat desakan dari ratusan wali murid, akhirnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Drs Budiman Ismaun MPd melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA, Zahirman Aidi MTPd angkat bicara. Di depan wali murid dengan bantuan pengeras suara ia menegaskan siap melakukan verifikasi ulang atas dugaan kecurangan yang terjadi pada sistem PPDB tersebut.

“Kita sudah ada tim Disdikbud dan tim dari sekolah, seyogyanya tim sekolah lebih teliti untuk memverifikasi berkas, terlebih indikasi yang tidak rasional harus ditelaah ulang,” tukasnya.

Tim Disdikbud akan melakukan monitoring, jika dugaan tersebut terbukti dan merugikan calon wali murid, siap akan kami pelajari dan dalam petunjuk aturan. “Jika terjadi manipulasi data, bisa dikeluarkan dari sistem,” tukasnya.

Pun begitu, kekosongan kuota ini bisa memberikan peluang pada mereka yang terdepak dari zonasi dengan mengedepankan jarak radius kembali. Saat ini Disdikbud telah membuka posko pengaduan, data ini akan diverifikasi jarak radiusnya, ada juga kita membuka peluang baru para siswa untuk masuk di sekolah kejuruan. “Siswa yang belum masuk di SMA bisa mendaftar di SMK, syarat dan sekolahnya sudah ditentukan,” tandasnya. (247)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*