Dikabari Dapat Cashback Belanja Online Tertipu Tertipu Rp 3 Juta

BENGKULU, BE – Nasib sial menimpa Ade Choromvis, warga Kelurahan Lingkar Timur, Kecamatan Singatan Pati, Kota Bengkulu. Ade mendatangi Polda Bengkulu untuk melaporkan dugaan penipuan yang dialaminya, Rabu (18/11). Korban ditipu oleh seseorang berinisial MJY yang mengaku karyawan salah satu situs website belanja online. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian nyaris Rp 3 juta.

Berdasarkan laporan korban, kejadian tersebut bermula saat isterinya ditelepon terlapor (MJY) yang mengaku karyawan salah satu website belanja online. Melalui sambungan telfon tersebut MJY mengatakan, isteri pelapor mendapatkan cash back Rp 1 juta dari salah satu situs belanja e-commerce. Terlapor juga memberikan penjelasan kenapa isteri pelapor mendapatkan cashback tersebut.

Karena, penjelasan dari terlapor sangat meyakinkan akhirnya isteri terlapor percaya dan mengiyakan permintaan terlapor untuk mengirimkan nomor rekening. Karena, sesuai permintaan terlapor, cashback Rp 1 juta tersebut ditransferkan ke rekening milik pelapor. Melalui sambungan telepon memandu terlapor untuk mentransferkan uang melalui M-BCA. Tetapi bukannya uang cash back Rp 1 juta yang masuk, tetapi uang korban Rp 2,9 juta berpindah ke rekening terlapor.

Korban baru menyadari dirinya ditipu setelah selesai melakukan proses transfer. Selama proses transfer pelapor yang mengikuti perintah dari terlapor.

Terkait laporan tersebut, Kasubdit Penmas AKBP Agung Darmanto membenarkan laporan tersebut sudah diterima dan masih dalam penyelidikan. Disisi lain, dengan adanya kasus tersebut bisa dijadikan pembelajaran untuk masyarakat lain agar tidak mudah percaya saat menerima tawaran dari seseorang tidak dikenal. Apalagi mengaku dan menawarkan sejumlah hadiah dari salah satu perusahaan.

“Laporan sudah diterima, sekarang masih penyelidikan. Kami menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan orang yang menelfon memberikan sejumlah hadiah, mengaku dari salah satu perusahaan. Pastikan dulu sumbernya sebelum menerimanya, karena hampir bisa dipastikan modus seperti itu adalah penipuan,” pungkas Kasubdit Penmas.(167)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*