Dijanjikan Lulus Polisi, Rp 250 Juta Melayang

UangBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Saat ini tengah dilakukan perekrutan polisi. Kondisi itu dimanfaatkan oknum-oknum untuk mengambil keuntungan sendiri. Seperti yang menimpa Maryuzon (36), warga jalan Putri Gading Cempaka, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Akibatnya, korban harus kehilangan uang sebanyak Rp 250 juta, akibat ditipu oleh EN yang menjanjikan dapat memasukkan anak korban menjadi polisi.

Korban mempercayai EN dapat memasukkan anaknya menjadi anggota polisi, karena pelaku sempat menunjukkan beberapa dokumen mengenai tes polisi tersebut. Selain itu, EN juga menunjukkan foto dirinya bersama Menteri Agama Republik Indonesia. Namun pada saat anak korban mengikuti tes untuk menjadi anggota Polri, tidak lolos. Selain tidak lolos, uang yang telah diberikan korban kepada EN pun tak kunjung kembali. Atas kejadian itu, Maryuzon melaporkan EN ke Mapolda Bengkulu.

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno SSos MH membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait masyarakat yang menjadi korban penipuan tes Polri.

“Terlapor memberikan iming-iming agar anak korban dapat menjadi anggota polri. Namun anaknya tidak diterima uangnya juga tidak kembali,” ungkapnya kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (5/4/2017).

Selain itu Sudarno mengimbau, kepada seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu untuk tidak percaya kepada siapa pun yang menjanjikan dapat membantu meloloskan menjadi anggota Polri. Sebab, dalam melakukan seleksi penerimaan anggota polri tidak pernah menerima biaya apa pun alias gratis.

Terlebih lagi imbauan tersebut penting sekali, sebab saat ini Polda Bengkulu sedang melakukan tahapan seleksi penerimaan anggota polri.

“Saat ini kita memang sedang melakukan tes penerimaan anggota Polri. Jika ingin masuk polisi silakan mengikuti ujian dari tahap ke tahap. Tak perlu menyogok pakai uang,” tegasnya.(311)