Diimingi Bedah Rumah, 29 KK Tertipu

MUKOMUKO, BE – Sebanyak 29 kepala keluarga (KK) di Desa Dusun Baru Pelokan Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko mengadu kepada Kades Dusun Baru Pelokan, Ewit Chacha.

Pasalnya mereka merasa ditipu oleh mantan kades sekaligus wartawan mingguan berinisial If yang telah menjanjikan program bedah rumah dengan syarat membayar uang Rp 100 ribu/KK. “Banyak warga yang datang kepada saya, ada yang menanyakan kenapa rumah mereka  tidak didata dan ada pula yang menyampaikan mengapa program bedah rumah tidak langsung didata oleh perangkat desa dan pihak dinas terkait di jajaran Pemda Mukomuko,” ujar Ewit Chacha.

Mendapatkan informasi, Kades langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Ternyata apa yang dijanjikan mantan kades mengenai program bedah rumah tersebut tidak benar. Karena informasi dari Pemkab Mukomuko, progrma itu baru sebatas usulan ke pemerintah pusat. “Setelah saya koordinasikan dengan pak camat, pak camat langsung menghubungi dinas terkait. Dan dinas terkait itu menyampaikan belum ada program bedah rumah yang dimaksud dan baru sebatas usulan,” sambung Ewit Chacha.

Selain itu, ulah oknum yang membuat resah dan  merugikan warga tersebut sudah dikoordinasikan oleh kades ke Kapospol yang berada di kecamatan tersebut. “Kwitansi bukti setorannya ada. Dan telah saya laporkan ke Kapospol,” ujarnya.

Di sisi lain, Kades mengimbau kepada warga di desanya supaya tidak mudah percaya jika ada orang yang menjanjikan apapun. Sebaiknya warga langsung tanyakan kepada perangkat desa maupun pihak-pihak terkait supaya warga tidak tertipu.

Di tempat terpisah, Plh Kadis Sosnakertrans Pemkab Mukomuko, H Mulyadi melalui Kabid Sosial, Suyoso menegaskan, hingga saat ini Pemkab Mukomuko khususnya Dinsos Nakertrans belum melaksanakan program bedah rumah.

“Kalau usulannya memang ada yakni sebanyak 1.000 unit rumah tak layak huni yang telah diusulkan ke pemerintah pusat. Dan usulan itu belum ada informasi lebih lanjut. Jika ada oknum yang mengatasnamakan Dinsos Nakertrans mengenai program bedah rumah, itu tidak benar,” jelas Suyoso.(900)