Dihuni 8 Hantu, Digandrungi Anak Muda

Rumah wisata pacu adrenalin dan uji nyali merupakan salah satu ajang tempat menguji keberanian terhadap makhluk yang menakutkan bernama hantu. Puluhan remaja dan kalangan muda yang penasaran mencoba memasuki rumah tersebut. Namun tidak sedikit yang keluar dengan terbirit-birit bahkan ada yang jatuh pingsan karena tidak mampu menahan rasa takut ketika melihat sosok hantu.

DENDI SUPRIADI, Kota Bengkulu

Kebiasaan masyarakat Kota Bengkulu, yakni manghabiskan waktu liburnya dengan mengunjungi tempat wisata. Mereka pergi bersama keluarga, anak dan bagi remaja pergi bersama temannya. Namun sejak tanggal 6 hingga 24 Februari ini, masyarakat Bengkulu didatangi objek wisata baru yakni rumah wisata pacu adrenalin dan nyali yang terdapat di lapangan Tapak Paderi Bengkulu. Rumah tersebut terbuat dari tenda, sekelilingnya diberi dinding sehingga dalam ruangan tersebut gelap tanpa cahaya yang dihuni sedikitnya 8 hantu, 7 hantu perempuan 1 hantu laki-laki. Di setiap ruangan dan lorong ditunggu oleh sosok hantu yang menakutkan yang sengaja menguji keberanian seseorang. Pengunjung pun tidak hanya dari kalangan remaja yang masuk ke tempat tersebut, namun juga dari kalangan dewasa dan tua. Harga tiket pun cukup terjangkau, yakni hanya Rp 10 ribu perlembar/perorang. Saat BE mengunjungi rumah wisata tersebut, sore kemarin tampak beberapa remaja menjerit dan berhamburan saat memasuki pintu pertama, ternyata di tikungan tersebut dihuni hantu yang prempuan yang dengan wajah menyeramkan. Tidak hanya itu, beberapa remaja pun histeris saat berada dalam lorong depan dan belakang mereka di huni hantu berpakaian putih, rambut panjang dan muka hancur. Salah seorang pengunjung, Hesty (25) mengatakan tidak bisa melupakan kejadian tersebut, bahkan dia tidak berani melepaskan Ibunya, karena bayangan menyeramkan tersebut menghantuinya. “Takut nian, hantunya persis seperti hantu benaran,” tuturnya gemetar. Kendati ada yang merasa takut berlebihan, namun juga ada yang mengaku takut sesaat, karena sadar bahwa hantu tersebut merupakan manusia biasa dari kalangan pelajar kota Benmgkulu. Sementara itu, penanggung jawab rumah hantu, Mardiyanto (40) warga mengatakan ada beberapa pelajar dan mahasiswa yang pingsan saat memasuki rumah tersebut, karena tidak mampu menahan rasa takut ketika melihat hantu. Dia mengungkapkan rumah hantu tersebut bukan untuk menakuti pengunjung tetapi banyak nilai positif didalamnya. yakni menguji nyali seseorang, mengajarkan agar bersikap tenang saat ketakutan, tidak panik, menghilangkan stres dan mengakui bahwa keberadaan makhluk gaib berupa hantu tidak bisa dipungkiri. “Bagi orang yang berpikiran tenang, maka dia tidak terpengaruh dengan hantu tersebut,” tuturnya. Dilanjutknnya, nilai positif lainnya, yakni saat terjadi bencana seperti gempa dan tsunami, jika orang tersebut tenang, maka tidak akan menjadi korbanke takutan.¬†Untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan, Mardiyanto pun memberikan beberapa larangan masuk bagi orang yang sesak nafas, darah tinggi dan meiliki penyakit berbahaya lainnya. Dia juga memberikan pengetahuan, beberapa alasan orang meniggal menjadi hantu, yakni lupa dengan Tuhannya, durhaka kepada orang tua, terjerumus pengaruh narkoba, berbuat asusila dan tak menganal malu. (**)