Digusur Surya Paloh, Rio Capella Legowo

BENGKULU, BE – Adanya aspirasi agar Ketum Ormas Nasdem Surya Paloh langsung mengomandoi Partai Nasdem tak ditampik Ketum DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella. Aspirasi itu mencuat jelang kongres partai pertama bulan Januari 2013 mendatang.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu ini pun mengaku legowo jika memang nantinya posisinya digusur Surya Paloh. Jika memang nantinya itu merupakan keputusan yang terbaik untuk kebesaran partai.
“Kami memang menginginkan sosok seperti Bapak Surya Paloh yang memimpin calon partai besar ini. Tapi saya berharap para pengamat politik tidak membesar-beserkan hal ini dengan mengkonfrontir antara saya dengan beliau,” katanya saat dihubungi tadi malam.
Saat ini, lanjutnya, komposisi kepengurusan DPP Partai Nasdem terdiri dari 13 orang, ditambah 11 orang yang berasal dari DPW, 8 orang dari DPD, 6 orang dari DPK dan 25 orang dari DPKr. Struktur ini dibentuk untuk mempercepat proses verifikasi yang dihadapi partai. Struktur ini akan dipertahankan sembari DPP mengumpulkan energi yang lebih besar lagi sebelum nanti dirombak dalam kongres.
“Saat ini partai sedang berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan semua tahapan verifikasi. Belum ada wacana mengenai kongres atau konvensi itu,” papar mantan politisi PAN ini.
Rio yakin sekali di kongres perdana Partai Nasdem pasca pengumuman verifikasi parpol nanti akan diambil jalan terbaik menyangkut kepengurusan Partai Nasdem. “Kita ini partai yang mengedepankan perubahan, tapi untuk perubahan harus hormat kepada AD/ART,” lanjutnya.
Dia lantas menegaskan tak dikontrak oleh Surya Paloh hanya untuk mendirikan Nasdem. “Nggak ada kontrak seperti itu,” jelas Rio.
Di sisi lain, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Ferry Mursyidan berharap wacana mengenai pergantian Rio Capella ke Surya Paloh tidak dibesar-besarkan. Dia menegaskan partainya tetap solid dan sedang bekerja secara maksimal menghadapi verifikasi. Namun Ferry tidak mempersoalkan siapapun yang akan memimpin Partai Nasdem. “Siapapun yang memimpin tidak menjadi masalah. Yang penting partai tetap solid dalam menyongsong Pemilu 2014,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua Majelis Pertimbangan Ormas Nasdem Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto, mengungkapkan rencana Surya Paloh mengambil alih posisi Ketua Umum Partai Nasdem. Tedjo juga mengungkap Ketum Partai NasDem Rio Capella dan Sekjen Partai Nasdem Ahmad Rofiq hanya bertugas membentuk Partai Nasdem dan mengantarkan lolos verifikasi parpol.
Rencananya, seperti dijelaskan Tedjo sebelumnya, Surya Paloh akan mengambil alih posisi ketua umum Partai NasDem dalam Kongres yang akan digelar setelah verifikasi parpol di KPU selesai.
“Jadi dia ditugaskan oleh Pak Surya Paloh diberikan mandat untuk membentuk partai. Jadi setelah konvensi atau kongres nanti Pak Surya Paloh akan memimpin. Ya justru mendekati Pemilu itu, Nasdem harus dipegang orang yang berpengaruh agar popularitas naik dengan cepat,” kata Tedjo sebelumnya.
Menurutnya pula Ormas Nasdem sejak awal memang disiapkan untuk menjadi partai politik peserta Pemilihan Umum 2014. Makanya, Surya Paloh juga sebenarnya sudah disiapkan akan menjadi ketua umum partai. Tapi perubahan dari ormas ke partai, direncanakan secara bertahap.
“Begini kenapa kok tidak dari dulu Pak Surya Paloh (pimpin partai). Jadi dulu Ormas Nasional Demokrat ini kan (atas) kesepakatan anggota, ormas ini jadi partai ikut di Pemilu. (Tapi) secara pelan-pelan atas keinginan seluruh anggota Ormas,” ujar Tedjo.
Tapi rencana awal itu tidak terlaksana. Pasalnya, DPR mengesahkan UU Partai Politik, yang salah satu klausulnya menyebutkan, partai peserta Pemilu 2014 harus terbentuk 2,5 tahun sebelum Pemilu digelar.
“Tapi sembilan partai di Senayan menjegal (rencana awal) ini. (Partai di Senayan) membuat UU Partai Politik, bahwa partai politik yang ikut pemilu minimal harus sudah terbentuk 2,5 tahun sebelum Pemilu. Berarti kita hanya punya waktu 3-6 bulan. Sehingga kalau langsung (partai) diambil alih oleh Pak Surya Paloh, kan sulit. Makanya Pak Surya Paloh tetap pegang ormas, tapi diperintahkanlah beberapa anggota ormas, Rio, Rofq itu bikin Partai Nasdem. Sehingga kita secara hukum, sah sebagai partai politik karena terbentuknya 2,5 tahun sebelum Pemilu,” jelasnya.
Patrice Rio Capella dan Ahmad Rofiq masing-masing adalah Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Nasdem saat ini.
” Nah ini berjalan terus. Kemudian, karena (masih tahap) verifikasi, kan tidak boleh ada perubahan keanggotaan. Makanya didiamkan saja sampai selesai verifikasi. Nah, sekarang verifikasi sudah selesai, sudah clear, kita sudah dinyatakan lolos, kita siapkan mengembalikan mandat yang diberikan Pak Surya Paloh tadi kepada yang memberikan mandat, yaitu Pak Surya Paloh untuk kembali membawa kapal besar ini menuju ketujuannya,” sambung mantan KSAL ini.
Dia curiga, dari awal partainya memang hendak dijegal oleh partai-partai yang ada di Senayan. Tapi, Partai Nasdem melawan semua itu.
“Kita memang selalu dijegal oleh orang di Senayan sana. UU Partai Politik mengatakan hanya partai politik baru yang diverifikasi. Tapi kita melakukan judicial review (ke MK). Setelah uji materi, semua diverifikasi. Ternyata panik semua. Partai besar pun tidak punya suktruktur sampai tingkat bawah. Ternyata yang siap hanya Partai Nasdem. Kan begitu. Ada hikmahnya kita diperlakukan demikian. Karena justru kita siap,” tandas Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur ini

//Blunder
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai kepemimpinan Patrice Rio Capella di Partai Nasdem cukup berhasil. Di bawah kepemimpinan Rio jugalah Nasdem berhasil menjadi partai paling baik dalam memenuhi syarat administrasi KPU.
“Peran positif Rio terhadap partai tidak bisa dinafikan begitu saja,” kata Burhanuddin saat dihubungi, Senin (12/11).
Terkait figur Rio yang tidak terlalu popular, Burhanuddin menyatakan hal itu tidak perlu menjadi dipersoalkan. Menurutnya Nasdem merupakan partai yang berbasis sistem, bukan figur personal.
Usaha menggantikan Rio dengan menghembuskan isu popularitas dinilai Burhanuddin bakal menjadi blunder partai. Pasalnya Rio terpilih sesuai aturan partai dan bisa membuktikan kinerja membangun partai. “Isu ketua umum Nasdem tak popular sebaiknya dihindari saja,” tandasnya.(cw1)