“Digaji” Rp 500 Ribu/Bulan

Foto : Ist

23.525 Pengangguran
Menanti Kartu Pra-kerja

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Mulai Januari 2020, pemerintah akan mulai menjalankan program kartu pra-kerja untuk membantu meningkatkan sumber daya pekerja dan menyiapkan SDM Indonesia memasuki dunia hingga menjadi wirausaha. Lewat program kartu pekerja ini, para pengangguran akan mendapat pelatihan dan gaji dari pemerintah antara Rp 300-500 ribu per bulan selama 3 bulan saja. Rencana program kartu pra-kerja dari Presiden Joko Widodo ini terus dinanti masyarakat Bengkulu. Setidaknya, hingga September 2019 ada 23.525 orang pengangguran di Bengkulu sedang menantikan kartu pra-kerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, Ir Sudoto melalui Kabid Penta Kerja, Drs Ahmad Nurdin MM mengatakan, program itu memang ditunggu oleh masyarakat. Namun, sampai saat ini pemerintah daerah belum diberi arahan mengenai teknis dan aturan.

“Belum ada sosialisasi ke daerah. Posisi saat ini masih digodok oleh pemerintah pusat,” terang Ahmad, kepada BE, kemarin (14/11).

Dijelaskannya, sejauh ini respon masyarakat pencari kerja memang positif dalam menerima program itu. Karena program tersebut, sesuai arahan Presiden untuk memberi dorongan agar para pencari kerja, benar-benar siap ketika mendapatkan pekerjaan baru. “Garis besarnya seperti itu,” tambahnya.

Adapun kartu pra-kerja ini membidik tiga kalangan yakni para pencari kerja. Meliputi pekerja, dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Nantinya, pemerintah akan memberikan pelatihan tiga bulan kepada pemegang kartu pra kerja sesuai dengan kriterianya masing-masing. Bahkan keseriusan pemerintah pusat itu dengan menganggarkan dana sebesar Rp 10 triliun dalam RAPBN 2020, dalam mendukung program Kartu Pra Kerja. “Kita tunggu saja program ini,” papar Ahmad.



Sementara itu, untuk angka pengangguran di Provinsi Bengkulu sampai bulan September mencapai 23.525 orang. Jumlah tersebut didapatkan dari angka pencari kerja dengan mendaftar untuk mendapatkan kartu kuning. Untuk tahun sebelumnya, angka pengangguran itu mencapai 22.705 orang. “Data ini didapatkan dari pencari kerja yang melapor dengan mendaftar kartu kuning di Disnakertrans kabupaten/kota,” ujarnya.

Dari 23.525 orang jumlah penggangguran itu masih mendominasi dengan tingkat pendidikan lulus S1 sebanyak 3.472. Lalu kedua SMA sederajat sebanyak 3.201 orang dan ketiga terbanyak lulusan DIII sebanyak 1.650. Meski banyak terdata itu, namun diyakini masih banyak lagi. Karena banyak masyarakat yang mencari kerja tidak mendaftar untuk memperoleh kartu kuning. Bahkan menurutnya, jumlah tersebut bisa saja menurun. Sebab, masih banyak pencari kerja yang sudah mendapatkan kerja, tidak kembali melapor ke Disnakertrans kabupaten/kota.

“Yang masih pengangguran tapi tidak mendaftarkan kartu kuning itu tidak terdata,” paparnya.

Beberapa program Disnakertrans Provinsi untuk mengurangi angka pengangguran. Seperti menggelar kegiatan Job Fair yang digelar setahun sekali tersebut. Dalam kegiatan itu, Disnakertrans Provinsi berkerjasama dengan perusahaan yang ada di Bengkulu untuk membuka pendaftaran karyawan baru. “Setelah kita buka program ini, ternyata yang ikut dan berminat sangat banyak sekali. Kita akan gelar setiap tahunnya,” ujar Ahmad.

Tidak hanya itu, Disnakertrans juga membuat program pelatihan-pelatihaan kepada para pencari kerja. Termasuk membuka program magang ke Jerman untuk putra-putri Bengkulu. Dalam program itu, para pencari kerja diberikan keterampilan dan magang ke Jerman sekaligus mendapatkan gaji di Jerman. “Progaram ini juga terus kita lakukan. Agar keterampilan yang didapatkan itu bisa digunakan untuk membuka lapangan kerja baru di Provinsi Bengkulu,” tutupnya. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*