Dievakuasi Karena Gempa

Kondisi panik terlihat di rumah sakit M Yunus Kota Bengkulu, tak terkecuali pasien ikut berlari ke luar gedung. Beberapa pasien yang mengalami sakit kronis terpaksa diangkut oleh keluarganya, sedangkan bagi yang masih kuat berjalan, berusaha jalan sendiri.┬áTampak melairkan diri sambil memegang tabung infusnya, namun juga ada beberapa pasien tali infusnya lepas,sehingga tangan mereka terlihat mengeluarkan darah. “Kami telah berupaya menenangkan, agar tidak panik, namun mereka (pasien dan keluarganya) tetap panik dan memilih meninggalkan ruang,” ujar salah seorang security, Benni. Pemandangan serupa di Hotel Santika, saat itu kegiatan Rapat Koordinasi Polda Bengkulu tengah berlangsung. Sejumlah anggota kepolisian pun ikut berhamburan turun dari lantai 2 hotel tersebut. Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol H Burhanudin Andi SH MH pun berupaya untuk menenangkan peserta agar tetap tenang dan tidak panik. “Tadi pak Kapolda sempat mengintruksikan agar tetap tenang,” ujar kepala tim informasi dan dokumentasi Polda, Mulyadi.
Setidaknya ada lebih dari 50 orang pasien harus dievakuasi ke luar gedung termegah di Rejang Lebong tersebut. Plt Direktur RSUD Curup Desma Heryana SKM dikonfirmasi kemarin mengatakan, para pasien di ruang kelas III basemen, ruang kebidanan, ruang bedah dievakuasi menggunakan lift, agar bisa keluar dari gedung tersebut. “Hanya pasien di ICU dan ruang anak yang tidak di sempat dievakuasi, karena kondisi,” tuturnya.┬áPara pasien dibantu perawat bergiliran keluar dari gedung rumah sakit, hingga gempa berakhir para pasien masih trauma dan takut untuk kembali ke ruangan rawat. Para pasien memilih untuk tetap berada di teras rumah sakit. “Kita meminta bantuan PMI dan BPBD RL untuk didirikan tenda, sebagai antisipasi gempa susulan,” tutur Desma.