Dies Natalis ke-36 Unib Menuju Universitas Kelas Dunia

REWA/Bengkulu Ekspress Rektor Unib, Dr Ridwan Nurazi SE MSc saat menyerahkan hadiah TV kepada pemenang doorprize jalan sehat di GSG Unib, Kota Bengkulu, kemarin (22/4).
REWA/Bengkulu Ekspress Rektor Unib, Dr Ridwan Nurazi SE MSc saat menyerahkan hadiah TV kepada pemenang doorprize jalan sehat di GSG Unib, Kota Bengkulu, kemarin (22/4).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pada Dies Natalis Universitas Bengkulu (Unib) ke-36 tahun ini, Unib berkomitmen terus berpegang pada perbaikan berkelanjutan guna mencapai universitas kelas dunia. Komitmen ini diwujudkan dalam berbagai hal, seperti perbaikan fasilitas dan pembangunan serta pembenahan berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

Rektor Unib, Dr Ridwan Nurazi SE MSc mengungkapkan, saat ini perkembangan Unib cukup pesat dibandingkan dengan awal berdirinya dulu. Jika di awal hanya memiliki beberapa Program Studi (Prodi), sekarang sudah berkembang menjadi 72 prodi.

“Unib sudah jauh berkembang dibanding dulu, baik jumlah prodi maupun fasilitas pendukung lainnya. Inilah wujud Continous Improvment Unib agar semakin maju,” ungkap Ridwan pada kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Unib ke-36 di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, kemarin (22/4).

Pada Dies Natalis ke-36 ini, Unib juga harus berpegang pada Continous Improvment, dimana dibutuhkan perbaikan, pembangunan, dan pembenahan yang tidak pernah berhenti dan harus dilakukan secara terus menerus serta ditingkatkan, terutama pengembangan jumlah prodi dan fasilitas pembelajaran yang semakin meningkat.

“Sekarang untuk jumlah prodi sudah mengalami peningkatan dimana sudah ada 72 Prodi, bahkan juga sudah ada Prodi S3 serta S2 sebanyak 17 Prodi. Fasilitas juga semakin dikembangkan dan lengkap untuk para mahasiswa,” jelas Ridwan.

Upaya Continous Improvment ini dalam rangka mewujudkan cita-cita dan visi Unib menjadi World Class University. Tak hanya dari segi fasilitas bahkan peningkatan juga dilakukan dalam segi tenaga pengajar serta mahasiswa yang memiliki kemampuan setara dengan universitas internasional.

“Kami juga terus berupaya membangun mahasiswa dan tenaga pengajar yang berdedikasi dan memiliki kemampuan yang setara dengan kemampuan mahasiswa dan tenaga pengajar internasional,” tutur Ridwan.
Lebih lanjut diungkapkan Ridwan, para dosen Unib dulunya juga belum berkompetisi secara nasional, tetapi sekarang sudah berkompetisi nasional dan pelan-pelan mulai berkompetisi secara internasional. Ridwan juga mengharapkan para dosen selalu melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, mulai dari mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.

“Pada Dies Natalis ke-36 ini, mari kita tingkatkan kinerja dosen dan karyawan sehingga cita-cita Unib menjadi World Class University dapat terwujud,” terang Ridwan.

Rangkaian Dies Natalis Unib ke-36 ini sudah dilakukan sejak Maret 2018 lalu. Diantaranya, kegiatan futsal, tenis, basket, pentas seni, stand up komedi dan lomba menyanyi dangdut.

Sedangkan puncak Dies Natalis akan diselenggarakan 24 April 2018 atau bertepatan dengan hari Ulang Tahun Unib nantinya akan dilakukan korasi ilmiah dengan menghadirkan Rektor dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Pada Dies Natalis sebelumnya kita juga sudah menghadirkan Rektor UI dan beberapa universitas lainnya di Indonesia. Dies natalis ini hendaknya dijadikan momentum bagi Unib untuk terus meningkatkan kualitasnya lebih maksimal,” tutup Ridwan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus Panitia Penyelenggara, Prof Sudarwan Danim mengatakan, rangkaian Dies Natalis ke-36 ini ada 3, mulai dari partisipasi masyarakat seperti jalan sehat, kegiatan bersifat akademik seperti menghadirkan dosen guru besar dari luar negeri dengan multi bidang, serta dalam hal pengabdian ke masyarakat berupa kebersihan lingkungan, penanaman mangrove dan pelepasan tukik di pantai Bengkulu.

“Dies Natalis ini menjadi moment kita untuk sama-sama mengembangkan Unib menjadi lebih baik, serta menjadikan Unib bertaraf internasional,” ujar Sudarwan.

Pihaknya juga berharap Unib tidak hanya mengembangkan proses pembelajaran secara konvensional, tetapi melakukan proses pembelajaran berbasis IT. Unib juga sudah semakin tua sehingga kinerja akademiknya juga harus terus didongkrak, tidak hanya untuk masyarakat lokal tetapi juga untuk masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Unib harus mengikuti perkembangan zaman, dimana proses belajar mengajar harus berbasis IT sehingga harapan menjadi world class bukan hanya wacana,” tutur Sudarwan.

Ia menambahkan, Unib juga berencana akan menerima mahasiswa dari luar negeri untuk belajar di Unib untuk memperoleh gelar. Rencana ini juga menjadi salah satu upaya mensukseskan rencana Unib menjadi World Class University.

“Ke depannya rencana mahasiswa luar negeri akan membantu memberi dampak positif untuk mewujudkan misi menjadi kampus berkelas internasional dan semakin meningkatkan kualitas Unib,” tukas Sudarwan.(999)