Diduga Pupuk Subsidi Diselewengkan

BINTUHAN, BE- Setelah melakukan evaluasi dan pengawasan tim pengawas pupuk, dari unsur kejaksaan dan kepolisian, hanya Kecamatan Nasal mengalami kelangkaan  pupuka. Petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Urea dan pupuk jenis ZA. Padahal, kebuatuhan pupuk mencapai 180 Ton/ tahun. “Diduga adanya permainan distributor dan pengecer, seperti halnya Rencana Depenitif Kebutuhan  Kelompok (RDKK) dipermainkan oleh pengecer setiap kecamatan,” ujar pengawas pupuk dari Kejari  Bntuhan Mutarso SH, kemarin.

Pihaknya meminta dinas pertanian melakukan evaluasi kembali soal RDKK yang banyak tidak dilaporkan. Ditambah kecamatan Nasal cukup parah baik itu kekurangan pupuk dan juga harga pupuk yang tinggi. “Kasihan para petani saat ini sudah mulai masuk musim tanam, namun pupuk mengalami kekurangan.  Hal ini harus segera disikapi bersama,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kaur Asmawan SSos melalui Kabid Saspras Endy Yurizal SP membenarkan jika adanya dugaan permainan tingkat pengcer, seperti halnya hingga saat ini semua distributor dan pengecer sejak Januari-September belum melaporkan RDKK. Karena disana bisa dilihat berapa stok pupuk yang sudah disalurkan. “Beberapa kali pihaknya meminta RDKK kepada distributor hingga kini belum juga diberikan, alasanya  masih dalam tahap penyusunan,” jelasnya.

Dikatakan Endi, bahwa sebenarnya di Kaur soal pupuk tidak mengalami  kelangkaan, namun diduga adanya pengalihan pupuk.  Ini disebabkan karena tidak ada koordinasi dengan pihak pertanian. “Kita akan panggil pihak pengecer dan distributor diduga telah banyak menyalahi aturtan yang ada. Pihaknya akan menyikapi persoalan tersebut,” jelasnya.(823)