Diduga Mesum, 2 Sejoli Digerebek

ARGA MAKMUR, BE – Dua orang sejoli yang diduga melakukan perbuatan mesum berhasil digerebek oleh warga Perumnas BTN RT 5 Blok D Desa Karang Anyar Kecamatan Arga Makmur sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin. Remaja itu yang berasal dari kawasan Unit 6 dan Unit 9 Kecamatan Giri Mulya itu berinisial ES (18) dan Aw (19).

Berdasarkan informasi, tertangkapnya kedua pasangan itu bermula ketika keduanya datang ke salah satu rumah di RT 5 tersebut. Namun sekitar 30 menit berada dalam rumah, keduanya tidak keluar sementara pintu tertutup dari dalam.

“Mereka hanya berdua di dalam rumah dengan pintu tertutup, sedangkan motor Vixion milik remaja pria itu parkirkan di belakang rumah. Warga menyergap mereka karena sudah setengah jam berada di dalam rumah padahal bukan muhrim,”  ujar Ketua RT 5, Ujang.

Ujang mengaku, dia mengetahui penggerebekan itu setelah mendapatkan laporan masyarakat dari telepon selulernya, sehingga dia bergegas pulang. “Di desa yang saya pimpin ini kerap sekali terjadi kasus yang serupa.

Meski mereka tidak berbuat apa-apa tapi keadaan mereka dianggap tidak wajar karena berduaan di dalam rumah dengan pintu tertutup, apalagi penghuni rumah sedang kosong, maka warga di sini sangat antisipasi sekali,” jelasnya.

Untuk kasus tersebut, maka Ujang beserta warga lainnya memutuskan untuk mendatangkan kedua orang tua sejoli itu dengan memberikan surat pernyataan berupa perjanjian agar hal serupa tidak terulang lagi.

Sementara itu, dua sejoli membantah berbuat mesum. Mereka mengaku hanya numpang mampir ke rumah sepupu Awan untuk menitipkan tas karena ingin mengantar teman wanitanya kursus komputer, sedangkan sepupunya (Yoga, pemilik rumah) sedang sekolah. “Kami minta maaf atas kelakuan kami, dan tidak akan mengulanginya. Kami sanggup menandatangani surat perjanjian,” ujar Awan sembari menutup muka.

Dia mengaku baru setengah tahun menjalani hubungan dengan Eni. Sementara menunggu kedua orang tuanya datang, kedua sejoli tersebut digiring ke rumah Ketua RT 5 dari sebelumnya diamankan di rumah warga lokasi penyergapan. (117)