Diduga Gantung Diri karena Depresi Mantan Ketua PMII Ditemukan Tewas

DISEMAYAMKAN: Korban tewas gantung diri saat diseyamkan di rumah duka, rencananya pagi ini dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat.
DISEMAYAMKAN: Korban tewas gantung diri saat diseyamkan di rumah duka, rencananya pagi ini dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat.

AIR NIPIS, BENGKULU EKSPRESS –Warga Dusun Lubuk Langkap, Desa Sukamaju, Air Nipis dihebohkan dengan penemuan mayat Ha (30) warga desa setempat. Mayat pemuda yang pernah menjabat ketua organisasi Pemuda Pelajar Islam Indonesia (PMII) cabang BS ini ditemukan tergantung dipohon belakang rumahnya. Kapolres Bengkulu Selatan (BS), AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Seginim, AKP Thabroni SH membenarkan adanya penemuan mayat pemuda tesebut di pohon belakang rumahnya. “ Mayat korban pertama kali ditemukan orang tuanya dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi tergantung di pohon belakang rumahnya,” kata Thabroni.
Dijelaskan Thabroni, dari penuturan orang tua korban, mayat korban ditemukan Minggu (5/11), sekitar pukul 10.00 WIB tergantung dipohon belakang rumah orang tuanya. Kronologis kejadian diketahui berawal saat Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB atau satu jam sebelum ditemukan tewas tergantung, pemuda yang dikenal kritis dan agamis dan mudah bergaul dengan siapa saja ini, pamit kepada orang tuanya yang sedang berada di rumah mau ke belakang rumah sebentar. Hanya saja sekitar 30 menit kemudian atau sekitar pukul 09.30 WIB, korban belum juga pulang, padahal hanya pamit pergi sebentar.

Merasa agak aneh, orang tuanya langsung menyusul korban ke belakang rumah. Di belakang rumah, orang tua korban bertemu dengan paman korban atau adik dari orang tua korban tersebut dan menanyakan keberadaan korban. Dari keterangan paman korban tersebut, diketahui jika korban pergi ke belakang rumah. Setelah itu, orang tuanya terus melakukan pencarian sambil memanggil nama korban. Akan tetapi tidak ada sahutan atau jawaban dari korban atas panggilan orang tuanya itu. Setelah dicari, ternyata orang tuanya menemukan korban dalam kondisi sudah kaku tergantung di pohon tidak jauh dari belakang rumah orang tua korban. Mengetahui anaknya tergantung di pohon, orang tuanya langsung berteriak, sehingga tidak berselang lama paman korban muncul. Melihat hal tersebut,paman korban langsung minta bantuan warga menurunkan korban dari pohon dengan memotong tali. Lalu korban dibawa ke rumah duka, untuk disemayamkan. “Jenazah korban dikuburkan besok pagi (pagi ini red) di tempat pemakaman umum desa setempat,” ujar Thabroni.

Dijelaskan Thabroni, dari keterangan orang tua korban, diketahui beberapa hari lalu, korban kurang sehat. Sehingga diduga depresi dengan kondisi tersebut, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Dari kejadian tersebut, sepertinya saat pamit kepada orang tuanya ke belakang rumah, korban sudah berniat bunuh diri.
Sebab usai pamit, korban lalu ke belakang rumah, lalu memotong tali nilon yang terikat di batang pohon, kemudian naik ke batang pohon tersebut. Lalu loncat dengan leher sudah terikat dengan tali nilon yang dibawanya. “Dari keterangan orang tuanya, korban sepertinya bunuh diri dengan cara bantung diri yang diduga karena mengalami depresi,” terang Thabroni.
Kepala Desa Sukamaju, Supriyanto membenarkan adanya warganya yang tewas gantung diri. Menurutnya dirinya juga merasa terkejut dengan kejadian yang dialami Ha. Sebab, dirinya tidak menyangka sebagai pemuda yang taat menjalankan ibadah agama, selain itu jadi panutan pemuda desa, sebab rajin ke masjid, bahkan Ha juga pernah menjabat ketua PMII BS. “Saya juga terkejut, dengan kejadian ini,” ujarnya.Diceritakan Suprianto, tidak ada tanda-tanda Ha akan mengakhiri hidup dengan gantung diri. Sebab sebelumnya, ha ini bekerja di Jakarta, kemudian 5 bulan lalu pindah tuga ske Provinsi Bengkulu dan tinggal di Kota Bengkulu sebagai tenaga ahli yang mengurusi masalah pemerintahan desa. Lalu pulang ke desa sekitar 1 bulan lalu. “Dia ( Ha red) ini taat beribadah dan jadi panutan pemuda, saya pun bingung mengapa bisa mengakhiri hidup dengan bunuh diri,” terang Supriyanto.

Adapun ketua PMII BS, Mafahir membenarkan jika Ha ini sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua PMII BS tahun 2010 lalu. Dirinya juga terkejut mengetahui jika Ha mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Sebab, sambung Mafahir sebelumnya almarhum ini sangat taat menjalankan ibadah, bahkan menjadi panutan dirinya dan teman-teman lainnya di PMII BS agar menjadi generasi muda yang berguna.
“Dia (Ha red) ini menjabat ketua PMII BS sekitar tahun 2010 lalu, saya dapat kabar beliau meninggal jam 11.00 WIB tadi (kemarin red), saya tidak menyangka orang yang menjadi panutan kami dan dikenal sebagai generasi muda hebat di BS bisa seperti itu,” ujar Mafahir.(369)