Diduga Dampak Corona, Stok Gula di Bengkulu Langka

FOTO RIFKY/BE – Karyawan toko memasukan persedian Gula pasir di Supermarket Bencoolen Mall

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Selama kurang lebih dua Minggu ini, masyarakat dihebohkan dengan masuknya virus corona ke Indonesia. Hal tersebut juga berimbas ke sejumlah barang kebutuhan pokok, salah satunya gula pasir.

Peredaran gula pasir di Bengkulu menjadi langka hingga mengakibatkan stok gula di supermaket serta toko-toko kelontong dan swalayan untuk dijual kepada konsumen jumlahnya terbatas bahkan kosong.

Seperti yang terlihat di supermaket Bencoolen Mall. Disini, pengelola supermarket menerapkan batasan dalam membeli gula hanya memperbolehkan maksimal 1 orang 2 kilogram, lantaran pasokannya terbatas.

 “Stok gula sendiri terbatas untuk dijual. Sekilonya dalam kemasan 1 Kilogram itu dijual seharga Rp 12.500 dan dibatasi hanya bisa membeli 2 Kilogram per orang,” ujar Sawal salah satu karyawan kepada bengkuluekspress.com, Jumat (6/3).

Dari pantauan di lapangan, sebagian Indomaret dan Alfamart di lokasi yang tak jauh dari Bencoolen Mall juga mengalami kelangkaan stik gula, mereka hanya memiliki stok gula batu dengan jumlah yang terbatas.

“Stok gula habis mas hanya tinggal beberapa pak saja lagi, untuk gula batu harganya Rp. 8,300 dan gula halus Rp. 8.200. Stok sudah habis sejak dua minggu lalu,” ujar Sari karyawan toko.

Kemudian dali Bulog sendiri untuk stok gula mereka juga memgalami keterbatasan pihaknya juga membatasi jumlah pembelian dalam jumlah banyak.

“Stok gula kita juga cukup mas, tetapi sekarang kita penjualannya terbatas masih ada digudang itu 1 ton, sedangkan untuk stok beras kita cukup untuk 5 bulan kedepan dengan jumlah 5300 ton,” ujar Kepala Perum Bulog Divre Bengkulu, Defrizal. (CW1)