Diduga Cemari Lingkungan

Bakti/Bengkulu EkspressLimbah tambak udang di Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa yang tampak coklat pekat diduga mecemari lingkungan dan menuai protes masyarakat, Minggu (21/4).

Limbah Tambah
Udang Dibuang ke Laut

PONDOK KELAPA, Bengkulu Ekspress – Keberadaan tambak udang Kilau Samudra yang berlokasi di Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menuai kritik dari berbagai kalangan. Baik dari nelayan tradisional yang mencari ikan di tepi pantai maupun dari wisatawan yang bertamasya di tepi pantai. Keberadaan tambak udang yang sudah berdiri sejak tahun 2012 tersebut diduga telah mencemari lingkungan. Limbah dari kolam tambak udang langsung dialiri ke laut yang hanya berjarak beberapa meter dari kolam tambak udang.

“Silahkan lihat sendiri. Limbah tambak udang langsung dialiri ke laut. Warnanya pun coklat pekat dan sangat keruh,” ungkap Sudirman, salah seorang nelayan di perairan laut Pondok Kelapa saat menunjukan aliran air limbah, Minggu (21/4) kemarin.

Sudirman mengungkapkan, kemunculan limbah yang langsung mengalir ke laut telah mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Jika sebelumnya nelayan bisa menjaring ikan di tepi pantai, tambak udang membuat ikan menjauhi tepi pantai. “Ikan di tepi pantai saat ini mulai sukar didapat dan mulai menengah. Sepertinya menghindari limbah dari tambak udang,” kata dia.



Senada disampaikan nelayan setempat, keluhan juga disampaikan oleh wisatawan yang seringkali berkunjung ke pantai Desa Harapan, Joni. Selain tak begitu jauh dari jalan lintas, pemandangan pantai juga membuat pengunjung merasa nyaman.  Bahkan, saat hari libur tiba (weekend,red), pengunjung yang berasal dari usia remaja, anak-anak dan orang tua terlihat ramai mendatangi lokasi pantai yang memiliki potensi wisata alam memukau.

“Hampir setiap minggu saya dan teman-teman datang ke sini (pantai Desa Harapan). Selain pemandangan yang masih asri, ombak di lautan juga terlihat tenang. Hanya saja, kulit memang terasa agak gatal jika terkena air laut yang dekat dengan aliran limbah,” kata Joni.

Sementara itu, pengelola tambak udang Kilau Samudra, Gito, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tak ada keluhan dari warga setempat. Meski demikian, dirinya mengakui bahwa tambak udang tak memiliki instalasi pembuangan air limbah (IPAL) secara khusus. Limbah langsung dialiri ke siring yang bermuara ke laut lepas. “Memang tak ada IPAL dan limbah memang langsung dibuang ke laut. Selama ini tak ada keluhan warga,” kilah Gito.(135)