Diduga Bully Mahasiswa Baru, Panitia Ospek Daring FT Unib Akan Diberi Sanksi

Foto Hendrik/ BE – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unib, Eric Syahrial, saat keterangan persnya, Kamis (17/9).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pihak Universitas Bengkulu (Unib) akan memberikan sanksi atas perpeloncoan atau perundungan saat kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) dalam jaringan (daring) kepada mahasiswa baru di lingkungan kampus itu yang sempat viral beberapa hari lalu.

“Pihak Universitas Bengkulu akan memberikan sanksi kepada panitia. Namun sanksi akan diberikan sesuai dengan peraturan tata tertib yang berlaku di Universitas Bengkulu,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unib, Eric Syahrial, saat keterangan persnya, Kamis (17/9).

Eric mengatakan, sejak mendapat informasi tersebut dari media sosial, pihak UNIB langsung membentuk tim pencari fakta dan langsung mencari kebenarannya.

“Nantinya tim pencari fakta akan memberikan laporan terkait kejadian tersebut. Kemudian dsri laporan tersebut akan kita berikan sanksi sesuai kesalahannya seperti sanksi ringan berupa teguran tertulis, sanksi sedang penundaan semester bahkan sanksi berat berupa DO,” tegasnya.

Eric menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut sangat menyayangkan oleh pihak kampus karena telah membuat nama Universitas Bengkulu terkenal karena citra buruk bukan dengan prestasinya. Dalam video berdurasi 15 detik itu yang viral dimedia sosial itu merupakan mahasiswa baru jurusan Teknik Sipil Universitas Bengkulu.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Faisal Hadi mengatakan, bahwa pengenalan kehidupan kampus (PKK) Fakultas Teknik Universitas Bengkulu tersebut dilakukan selama dua hari pada 12 -13 September. Namun, pihaknya menyayangkan viralnya kegiatan PKK Fakultas Teknik karena viralnya video yang berdurasi 15 menit tersebut.

“Padahal kegiatan itu sangat hebat dilakukan mulai dari pemberian materi kuliah mulai dari pengisian KRS, pengenalan program study, penampilan bakat mahasiswa bahkan pemberian hadiah pada mahasiswa tapi sayangnya viral karena adanya video tersebut,” sesalnya.

Hadi menambahkan, saat ini sebanyak 10 orang mahasiswa senior yang melakukan ospek secara daring telah diperiksa.(HBN)