Diduga Ada Maksiat Berkedok Pijat

foto:ist

MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress – Asisten III Setdakab Mukomuko, Drs Arinal Basri menduga, di Kabupaten Mukomuko masih ada tempat-tempat maksiat yang berkedok pijat urut. Hal tersebut harus secara bersama dilakukan penyelesaian.

“Tidak hanya di pijat urut saja, kos-kosan juga harus ada pengawasan lebih maksimal. Ini harus diselesaikan secara bersama, baik itu Pemda, TNI-Polri, tokoh agama, ormas keagamaan dan elemen masyarakat lainnya,”katanya.

Dikatakan Arinal, beberapa waktu lalu, Pemkab Mukomuko melalui jajaran Satpol PP melakukan operasi. Hasilnya, sejumlah wanita yang berasal dari luar daerah yang bekerja di pijat urut tidak bisa menunjukan keahliannya dibidang pijat urut tradisional. Seperti sertifikat profesi yang dijalankan dan lainnya. Menurutnya, indikasi ataupun dugaan perbuatan maksiat belum terselesaikan dengan maksimal dan perlu adanya kebersamaan seluruh pihak elemen masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.



”Ini perlu kita selesaikan secara bersama. Sehingga dugaan kuat maksiat dapat dicegah dan dapat terselesaikan dengan baik serta daerah ini terbebas dari perbuatan yang agama dan norma adat istiadat yang dilakukan oknum. Rumah kos-kosan yang ada di daerah ini juga harus lebih diawasi. Karena diindikasi dapat menimbulkan hal negatif yang dilakukan oknum,”ungkap Arinal.(900)