Didor, Kawanan Pencuri Ternak Terkapar

PINO RAYA, BE – Kali ini kinerja anggota Polres BS patut diacungi jempol. Pasalnya jajaran Reskrim Polres BS berhasil membekuk kawanan pelaku pencurian ternak (curnak) yang selama ini sangat meresahkan peternak di Kabupaten Bengkulu Selatan. Kapolres BS AKBP Yohanes Hernowo SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Zulfi Besemah didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sarmadi membenarkan kalau pihaknya sudah berhasil membekuk 3 orang pria yang diduga sebagai pencuri ternak yang meresahkan warga akhir-akhir ini.Menurutnya keberhasilan pihaknya dalam menggulung kawanan curnak itu tidak luput dari kerja timnya yang terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku curnak yang semakin marak di bulan puasa tahun ini. Tercatat dari laporan warga, selama puasa ini saja sudah ada 10 korban yang kehilangan ternak. Setelah terus melakukan penyelidikan, kemarin dinihari sekitar pukul 03.00 WIB polisi akhirnya berhasil membekuk 3 pelaku curnak di jalan raya Desa Kurawan Kecamatan Pino Raya. Diantaranya berinisial Sd (40) warga Desa Dusun Tengah Kecamatan Seginim, Sh (42) Desa Puguk Ketupak Kecamatan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Ev (26) warga Desa Keban Agung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Ketiganya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat akan ditangkap.

Dikejar, Pelaku Melawan
Kronologis penangkapan diawali, sekitar pukul 00.10 WIB korban Pendri (20) warga Desa Dusun Baru Kecamatan Seginim melapor ke Polsek Seginim jika ia kehilangan 1 ekor sapi bali umur 2 tahun. Ternyata sapi itu ditemukan sudah disembelih kawanan pencuri sekitar 100 meter dari rumah korban dengan cara dipotong menjadi dua bagian. Sebagian ditinggalkan pelaku di lokasi, sebagian lagi dibawa kabur oleh pelaku. Selanjutnya, pihak Polsek Seginim yang menerima laporan korban langsung melakukan koordinasi dengan Polres BS. Selanjutnya pihak kepolisian baik buser Reskrim maupun piket Sabhara langsung menggelar patroli, termasuk juga jajaran polsek dikerahkan. Kemudian, di tengah perjalanan, tidak jauh dari rumah korban, patroli buser melihat ada mobil Xenia warna abu-abu melintas dengan kecepatan tinggi. Merasa curiga terhadap mobil tersebut, tim buser berusaha meminta sopir kendaraan itu berhenti akan tetapi sang sopir langsung memacu laju kendaraannya semakin cepat. Melihat gelagat yang tidak baik itu, tim buser diback up unit Sabhara Polres BS langsung mengejarnya sehingga terjadilah aksi kejar-kejaran. Dalam pengejaran, Xenia itu berbelok arah ke arah Kedurang, beruntung Polres BS mengerahkan 4 unit mobil patroli sehingga jejak penjahat itu kembali terdekteksi. ”Kami sempat kehlangan jejak, namun karena ada 4 unit mobil patroli dikerahkan akhirnya keberadaan pelaku kembali tercalak,” terang Zulfi. Selanjutnya mobil pelaku kembali berbalik arah ke Kecamatan Manna, bahkan di kawasan Manggul Kecamatan Manna, pelaku sempat membuang ternak yang dicurinya. Namun sapi itu akhirnya ditemukan oleh tim buser. Dalam aksi kejar-kejaran sekitar 1 jam itu, polisi beberapa kali menembakan pistol ke atas untuk mengingatkan para pelaku menyerah. Namun karena mobil pelaku semakin lama semakin ngebut, akhirnya di jalan raya Desa Kurawan Kecamatan Pino Raya, polisi langsung menembak bodi mobil. Diduga takut kena peluru, mobil pelaku kemudian berhenti. Setelah itu, para pelaku turun dari mobil. Namun mereka bukannya menyerah, melainkan mengeluarkan pisau untuk menusuk anggota buser. Melihat kawanan pelaku melakukan perlawaan, 2 orang dari 3 pelaku dihadiahi timah panas pada bagian pahanya, hingga tersunggur. ”Saat mau ditangkap, 2 orang yakni Sd dan Sh hendak menikam anggota dengan pisau dan berusaha kabur. Guna melumpuhkannya kami terpaksa menembak kakinya,” kata Zulfi. Saat ini para pelaku sudah diamankan di Mapolres BS berikut mobil Xenia, 2 terpal biru, 2 parang yang digunakan untuk menyembelih ternak, serta ternak hasil curian.(369)