Didik Dengan Lembut

NapsiahNapsiah, guru kelas di SD Negeri 2 Pondok Kelapa mengatakan, dalam hal memberikan pelajaran kepada murid diperlukan kelembutan. Mengingat sifat lembut salah -satu sifat yang dicintai Allah dan disukai oleh manusia. Terlebih lagi jiwa anak-anak yang polos dan lugu, selalu merindukan sosok tenaga pendidik yang ramah dan lemah lembut, di dalam atau di luar kelas.
”Kunci keberhasilan dalam mengajar tidak berupa dapat menyelesaikan bahan yang diajarkan dalam 6 tahun atau semester, tetapi keberhasilan mengajar dalam kelas. Ketika materi yang diajarkan memberikan manfaat pada anak dan menguasai proses berlangsungnya kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan suasana yang nyaman, tentram dan kelembutan dari guru,” katanya.
Menurutnya, terlebih dan khusus anak tingkat SD merupakan generasi yang masih polos. Mereka membutuhkan kenyaman dalam menyerapkan pembelajaran di sekolah. Tidak bisa menerima sanksi atau funishmen dari guru yang bersikap kasar.
‘Berdampak output knowlegge (ilmu yang didapatkan siswa), kalau dikasari anak akan tambah nakal, dilembuti anak belajar disiplin,” terangnya.
Dijelaskannya, sifat lemah lembut dalam mendidik mendatangkan banyak kebaikan. Sebaliknya, sifat kasar akan membawa keburukan, sikap kasar dapat meninggalkan trauma dan memori buruk dalam jiwa dan ingatan anak.
Ia menambahkan, di SD Negeri 2 Karang Tinggi memang peran serta guru untuk diminta bisa bersikap dan berpribadi lembut. Walaupun bersikap kasar terhadap anak-anak karena situasi dan kondisi, dibatasi kelembutan.
”Sifat guru membina mendidik yang lebih membangun, tidak merusak pribadi dan percaya diri depan siswa, khusus SDN 2 Pondok Kelapa,” tutupnya.(111