Dicurigai Bawa Bom, Diamankan

AMANKAN SU saat diamanan di Mapolres Kaur lantaran dicurigai bawa bom, Rabu (257
IRUL/Bengkulu Ekspress
DIAMANKAN: SU saat diamankan di Mapolres Kaur lantaran dicurigai membawa bom, Rabu (25/7).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Seorang warga Desa Sedang Mulyo Kecamatan Penarik Kabupaten Mokomoko Provinsi Bengkulu berinisial SU (54), diamankan anggota Sat Sabhara Polres Kaur. Sebab SU membawa tas ransel yang diduga berisi bom, saat melintas di depan Mapolres Kaur, (25/7). Pria berambut lurus hitam yang sempat menggegerkan Polres Kaur itu langsung digiring ke masuk Polres untuk proses selanjutnya.

“Yang bersangkutan ini kita amankan karena kita curigai membawa bom, karena waktu itu JU ini mondar mandir didekat Polres,” kata Kapolres Kaur AKBP Sisman Adi Pranoto SH SIK melalui Kasat Sabhra IPTU Yusman SH, kemarin (25/7).

Data terhimpun Bengkulu Ekspress, SU yang mengenakan celana abu-abu panjang dengan kaos berkerah itu diamankan polisi sekitar pukul 08.00 WIB oleh IPTU M Yusman dan personel jaga Sabhara Polres Kaur. Kejadian ini bermula dari anggota Polres Kaur pada saat itu melaksanakan pengamananan di depan Mako Polres Kaur, kemudian tiba-tiba datang seorang laki laki dan berhenti di depan pintu masuk Mako Polres Kaur dengan gerak gerik mencurigakan melihat situasi di Mako Polres Kaur.

Melihat gerak gerik yang mencurigakan dan dikira membawa bom itu, lalu Kasat Sabhara dan anggota yang berjaga memanggil laki laki yang mencurigakan tersebut, akan tetapi setelah dipanggil, laki-laki tersebut pergi dengan berjalan, kemudian oleh personil Sabhara Polres Kaur dilakukan upaya pengejaran, setelah dilakukan pengejaran dan diberikan peringatan agar berhenti namun laki laki tersebut tidak berhenti akan tetapi terus berlari dan oleh personil Sabhara yang melakukan upaya pengejaran berhasil diamankan. Selanjutnya dilakukan pengeledagan dan hasil penggeledahan dalam tas ransel warna hitam itu ditemukan pakaian, uang lebih kurang Rp. 700 ribu, KTP, KIS dan STNK.



“Dari hasil pengeledahan kita tidak ditemukan benda yang mencurigiakan atau bom, dan yang bersangkutan sudah kita lepas kembali,” terang Kasat.

Ditambahkan Kasat, yang bersangkutan sudah menetap di Mukomuko sejak tahun 2003 dan keseharian bekerja sebagai petani juga sebagai imam masjid dan guru ngaji di desa setempat. Menurut Kasat, SU ini berangkat dari penarik ke Bengkulu pada hari Minggu (18//7). SU diamankan polisi guna mengehindari hal-hal yang tidak dinginkan, sebab saat ini banyak terjadi teror yang melanda anggota Polri.

“Sekarang ini kita melakukan pengawasan ketat terhadap pendatang, dan juga setiap warga yang berkunjung ke Polres selalu kita periksa, dan ini bertujuan agar menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, termasuk dugaan warga yang bawa tas ransel dikira bom ini,” jelasnya. (618)