Dicegat Perampok, Truk Terbalik

Sopir Terjepit, 9 Ton Kopi Dijarah

REMUK : Truk naas yang menjadi korban laka lantas di jalan Lintas Curup-Lubuklinggau diduga merupakan korban penjarahan dan perampokan.

BINDURIANG, BE – Aksi perampokan kembali terjadi di jalan lintas Curup (Bengkulu) – Lubuklinggau (Sumsel). Kali ini, giliran truk ekspedisi yang membawa biji kopi tujuan Curup – Lampung dicegat oleh perampok bermotor di tikungan rawan rampok Desa Simpang Beliti Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong.
Truk mitsubishi BG 8249 LG sekitar pukul 23.00 WIB Sabtu (16/6) terbalik, dengan kondisi ban mobil di atas, bahkan sopir serta kernet terjepit kendaraan salama sekitar 4 jam setelah kendaraan tersebut mencoba menghindar dari aksi perampok bermotor.
Kondisi sopir serta kernet yang tidak berdaya, dimanfaatkan para perampok untuk menjarah sekitar 9 ton kopi yang dibawa kendaraan naas tersebut. Sopir serta kernet baru bisa dievakuasi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, setelah polisi mendapatkan laporan laka lantas dari masyarakat yang mengecam aksi kejahatan itu.
Sopir dan kernet akhirnya bisa diselamatkan dan dibawa ke Rumah Sakit M Sobiring Lubuklinggau. Beruntung, Sopir dan kernet hanya mengalami luka lecet dan shock, saat ini mendapatkan perawatan medis.
Atai (55) pemilik salah satu gudang kopi di Kota Curup dikonfirmasi membenarkan kehilangan 9 ton kopi miliknya. Dijelaskannya, kopi tersebut rencananya akan dibawa ke Lampung untuk dijual, dengan memanfaatkan jasa ekspredisi. “Kami memang kehilangan kopi, tapi kami tidak tahu itu benar atau tidak. Yang jelas kopi yang hilang tersebut menjadi tanggung jawab pengelola ekspedisi yang kami percaya,” jelasnya.
Sementara itu, Edi Suprianto (35), warga Sumber Agung Kota Lubuklinggau yang tidak lain sopir kendaraan naas tersebut menerangkan. Peristiwa tersebut berawal ketika kendaraan yang dikemudikannya melintas di jalan lintas Curup – Lubuklinggau.
Dalam perjalanan, tidak jauh dari lokasi kejadian, sebuah truk bermuatan karet dicegat oleh sekolompok perampok yang sedang merampas harta benda pengemudi mobil karet.
Melihat hal itu, Edi segera mengemudikan kendaraan bermuatan kopi yang dibawanya melintasi kendaraan yang menjadi korban rampok dan pemerasan. “Ketika saya melintasi mobil karet yang sedang dirampok, saya diteriaki dan dikejar menggunakan motor. Kendaraan kami dilempar hingga kaca mobil pecah dan mengenai kami,” terangnya.
Sampai di tikungan, Edi mengaku sudah menunggu beberapa kendaraan motor lain. Karena ingin mengelak dari tabrakan, mobil truk yang dikemudikan Edi tebalik dan nyaris masuk ke dalam jurang. Beruntung ada pembatas jalan yang menghalangi mobil bermuatan kopi itu terjun ke dalam jurang. “Saya terjepit mobil namun tidak ada yang menolong. Bahkan beberapa orang menjarah beras kopi yang saya bawa,” ceritanya..
Diakui Edi, meski tidak mengalami luka yang cukup parah. Namun Ia terjepit sejak pukul 23.00 WIB hingga berhasil dievakuasi pukul 04.00 WIB, setelah polisi sekitar pukul 00.30 WIB mendapatkan laporan laka lantas dari warga yang masih berfikir untuk menolong sopir malang itu.
Kapolres Rejang Lebong AKBP I Ketut Yudha Karyana SIK melalui Kasat Lantas AKP Ruri Roberto SIK didampingi Kanit Laka Ipda Panehan WS membenarkan terkait laka lantas yang terjadi di jalan lintas Curup – Lubuklinggau tersebut. “Kendaraan milik korban sudah kami amankan di Mapolres RL untuk kepentingan penyelidikan. Untuk sementara kecelakaan ini terjadi karena out control.” terangnya. Soal aksi penjarahan, Panehan menerangkan, hal itu masih dalam penyelidikan polisi.

Brimob Diturunkan

Dibagian lain, sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, puluhan anggota polisi gabungan semua satuan di Polres RL, dibantu Brimob berkumpul di Mapolres RL untuk melakukan operasi. Sayangnya, belum ada satupun pejabat Polres RL yang menerangkan terkait operasi tersebut. Namun dugaan kuat, operasi itu untuk memburu kawanan perampok yang sudah meresahkan pengguna jalan raya Curup – Lubuklinggau.(999)