Dicari!!! Buronan Pelaku Penyekapan Keluarga Dodi

Bengkulu
Foto daftar pencarian orang (DPO) Polda Metro Jaya atas nama Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot. Dia satu dari empat pelaku penyekapan keluarga Dodi Triono di Residence Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12). Foto: Grup Wartawan PMJ

JPNN.com – Polda Metro Jaya merilis foto daftar pencarian orang (DPO) atas nama Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot (45).

Dia merupakan satu dari empat pelaku penyekapan keluarga Dodi Triono di Residence Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12).

Bagi masyarakat yang menemukan atau memiliki informasi soal keberadaanya, diharapkan melaporkan segera ke polisi melalui nomor seluler 0822-9991-1996.

Nomor ini aktif selama 24 jam. Saat JPNN coba menghubungi, seorang pria menjawab dan membenarkan bahwa nomor tersebut merupakan piket pelaporan.

“Iya benar pak. Surat DPO itu benar dari Polda Metro Jaya. Kami siagakan nomor ini untuk menerima laporan dari masyarakat soal keberadaan tersangka,” jawab pria, Jumat (30/12).

Dalam catatan di surat DPO ini, masyarakat diimbau tidak menangkap pelaku seorang diri. Pasalnya, pelaku disinyalir memiliki senjata api dan bisa membahayakan nyawa orang sekitar.

Pria asal Medan ini, memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, wajah persegi dan terdapat bekas luka di pipinya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyebutkan bahwa barang bukti berupa senjata api yang digunakan Ramlan Butarbutar cs dipegang oleh Ius.

Iriawan khawatir keberadaan Ius mengancam orang sekitarnya. ”Oleh karena itu, saya sudah meminta ke semua pengejar (petugas, red) untuk lebih berhati-hati dan segera mengamankan Ius,” kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/12).

Menurut Iriawan, Ius sosok yang berbahaya dan kejam. Ini terlihat dari caranya memperlakukan salah satu korban, mendiang Diona Arika Andra Putri (16).

Dalam rekaman CCTV, Ius menyeret Diona ke kamar mandi dan terlihat memukul kepala sang anak dengan gagang pistol.

“Dia ini semacam seperti wakil kepala dari Ramlan. Kalau Ramlan kan sebagai otak dari kejahatan. Dia juga membawa dua koper milik Dodi,” jelas mantan Kadiv Propam Polri ini.