Dibalik “Insya Allah” Helmi Hasan

Timbulkan Motivasi, Allah SWT Selalu Punya Andil

Helmi.jpgH Helmi Hasan SE, akhirnya hari ini  resmi menjadi walikota . Adik kandung dari Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, berpasangan dengan Ir Patriana  Sosialinda,  dari Partai Golkar. Pasangan ini selalu menyampaikan  “Isya Allah” semasa kampanye. Ada apa dibalik kalimat “Insya Allah,” tersebut?  Simak tulisan berikut;
                                                                                                                                                                                                           
IYUD  DWI MURSITO
Kota Bengkulu.
                                                

HARI INI, H. Helmi Hasan SE  dan Ir Patriana Sosialinda akan dilantik menjadi Walikota Bengkulu di Balai Buntar.  Pria,  kelahiran Lampung, Desa  Kampung Pisang, 29 November 1979 itu mampu merebut hati masyarakat Kota Bengkulu.  Sehingga memenangkan Pilwakot, dengan mengalahkan 10 kandidat lainnya.   Meski, dilahirkan di Lampung, pria yang merupakan adik kandung  Menteri Kehutanan RI ini, mengaku sudah mencintai Bengkulu.  Pertama kali ke Bengkulu tahun  1997 saat masuk sebagai  mahasiswa di Universitas Bengkulu. Tidak pernah terpikir dibenaknya untuk menjadi seorang pemimpin di Kota Bengkulu.

Namun, suami Khairunisya ini, sudah aktif berorganisasi sejak masa kuliah. Helmi merupakan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Cabang Bengkulu. Sama dengan aktivis pada umumnya, Helmi saat itu juga sering berdemonstrasi menyuarakan aspirasi masyarakat. Helmi merupakan anak  bungsu dari enam bersaudara pasangan Hasan Harun (alm) dan Juariyah (alm).

Setelah kuliah, ia yang menganggumi  tokoh reformasi H Amien Rais, yang saat itu mengunjungi Bengkulu pada 1998 menggelar demontrasi bersama mahasiswa menuntut reformasi.  Karir pria yang memiliki tiga anak ini terus bersinar. Ia sempat menduduki  Sekretaris Wilayah DPW PAN Provinsi Bengkulu periode 2005-2010 dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW PAN Provinsi 2010-2015.  Pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota dan saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi.

Menjelang suksesi kepemimpinan di Kota Bengkulu, Helmi awalnya tidak berminat menjadi Walikota Bengkulu, namun berpikir ingin maju sebagai calon anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Bengkulu.  Namun, desakan deras dari masyarakat yang menginginkannya maju menjadi calon walikota dan wakil walikota.  Awalnya, niat  maju sebagai kandidat  walikota pada awalnya tidak mendapat persetujuan kakaknya H Zulkifli Hasan. “Saya tidak setuju karena untuk memajukan Bengkulu tidak harus menjadi walikota,”  tutur Zulkifli,  saat berkunjung ke Kota Bengkulu.

Awalnya, keinginan Helmi untuk maju sebagai kandidat  walikota pada awalnya tidak mendapat persetujuan kakaknya H Zulkifli Hasan. “Saya tidak setuju karena untuk memajukan Bengkulu tidak harus menjadi walikota,”  tutur Zulkifli,  saat berkunjung ke Kota Bengkulu.
Menurut Zulkifli, Bengkulu merupakan salah satu daerah yang tertinggal di tanah air.  Oleh karena itu, Zulkifli berpendapat akan sulit bagi siapa pun untuk memajukan Bengkulu, termasuk adiknya.  “Sulit untuk menjadi walikota tapi lebih sulit untuk memajukan Bengkulu,” kata Zulkifli saat itu.

Walaupun dorongan yang menginginkan Helmi menjadi walikota semakin deras, Zulkifli mengaku belum bisa memberikan restu. Namun setelah datang permintaan dari partai pemenang pemilihan umum 2009 lalu yakni Partai Demokrat dan partai-partai lainnya seperti Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai PNBK, akhirnya Zulkifli memberikan restu.  “Pada awal Ramadhan lalu saya berikan persetujuan,” tutur Zulkifli.

Helmi membenarkan, jika awalnya ia tidak disetujui sang kakak, sekaligus orang tuanya. Helmi mengangap Zulkifli Hasan, tidak hanya seorang kakak tetapi juga sebagai  orang tuanya yang harus ditaati.  Sebab sejak kecil, Helmi sudah ditinggalkan orang tuanya. “Ketika itu, Kakak (Zulkifli)  tidak mengizinkan. Saya-pun tidak membantahnya,” katanya.

Ditengah-tengah banyaknya dukungan dan tidak diizinkannya sang kakak, sebagai sosok yang taat beragama, Helmi kemudian berdoa kepada Allah SWT, dengan melakukan Salat Tahajud serta Istikharah.  Ia kemudian membuka Kitab Suci Alqur’an, seperti sudah dituntun oleh Allah SWT, saat itulah Helmi langsung tertuju pada  surat QS Al Kahfi;23-24 yang bunyinya.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan esok,’ kecuali  (dengan mengucapkan) insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan  katakanlah ‘mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat  kebenarannya daripada ini”.

Sejak itulah,  perjuangan untuk melakukan perubahan tersebut mengalir deras, seolah tanpa hambatan. Helmi pun tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Terus menerima masukan dan pandangan dari semua pihak. “Insya Allah” sebenarnya bukan slogan bagi Helmi Hasan, namun doa.  “Semua itu tergantung Ridho Allah SWT.  Tanpa ridho-Nya, untuk menjadi walikota sulit terjadi,” ujarnya.

Kakaknya, yang awalnya tidak mengizinkan, akhirnya memberikan restu. Restu diberikan setelah Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa,  memanggil Zulkifli, agar tidak menghalangi langkah Helmi Hasan untuk membangun Kota Bengkulu.  “Waktu itu saya tidak pernah meminta Ketua Umum Pak Hatta Rajasa untuk  membujuk kakak saya.

Akhirnya, kakak saya Zulkifli, sekaligus sebagai orang tua saya memanggil saya, mengatakan bahwa ia memberikan restu. Itulah, jawaban yang  Allah berikan kepada saya saat itu,” ujarnya.
Helmi Hasan akhirnya maju berpasangan dengan Ir Patriana Sosialinda. Masyarakat Kota Bengkulu menjalankan demokrasi.

Akhirnya,  terjawab sudah. Berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum nomor KPU  Kota/VIII/2012 tanggal 26 Desember 2012 menetapkan pasangan calon terpilih periode  2013-2018 yakni Helmi Hasan selaku calon Wali Kota dan Patriana Sosialinda sebagai  calon Wakil Wali Kota dengan perolehan suara 75.

058 mengalahkan kandidat lainnya   Ahmad Kanedi-Dani Hamdani dengan perolehan suara  70.812. Hari ini, Helmi-Linda akan  dilantik menjadi walikota dan wakil  walikota Bengkulu. Sejarah baru, akan disaksikan oleh masyarakat secara langsung dan dihadiri oleh 3  menteri,  antara lain Menko  Perekonomian Hatta Rajasa, Menhut Zulkifli Hasan, Menteri  Kelautan dan Perikanan  Cicip Sutarjo.  Bahkan, Prabowo Subianto dan sejumlah pimpinan  DPR RI  akan menghadiri pelantikan tersebut. Sejarah baru, pelantikan kepala daerah di  Bengkulu dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional.

Kembali lagi pada “Insya Allah,” memiliki falsafah yang mendalam. Dalam kalimat insya Allah tersimpan keyakinan yang kukuh, bahwa Allah SWT terlibat dan punya andil dalam segala tindak-tanduk manusia. Kesadaran akan kehadiran Allah SWT ini akan memupuk tumbuhnya moral yang luhur (akhlaq al-karimah).  Dalam kata insya Allah terkandung suatu ketidakpastian akan apa yang terjadi esok.  Karenanya, keyakinan ini akan melahirkan motivasi, mempersiapkan secara sempurna hal-hal yang menciptakan kesuksesan dari yang direncanakan, serta memastikan apa yang akan terjadi seperti yang dikehendaki. (**)