Dibacok Suami, Pengantin Baru Tewas dengan Leher Hampir Putus

IST/BE TRAGIS : Gubuk di tengah kebun kopi di Desa Sekayun, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Benteng menjadi saksi bisu suami yang tega membunuh istrinya dengan menggunakan sebilah parang, Minggu (26/1) pagi.

BANG HAJI, bengkulekspress.com– Peristiwa tragis terjadi di Desa Sekayun, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Salah seorang pria berinisial EP (22), warga Desa Sekayun tega menghabisi nyawa istrinya, Re (20).

Cekcok mulut antara keduanya ternyata berujung maut dan membuat pengantin baru itu tewas mengenaskan. Sang istri tewas dengan kondisi leher yang hampir putus akibat digorok suami dengan menggunakan sebilah parang. Peristiwa sadis itu terjadi di pondok kebun milik pasangan suami istri (Pasutri) tersebut sekitar pukul 07.30 WIB, Minggu (26/1) pagi.

INSERT : Korban pembunuhan bersimbah darah akibat dibacok sang suami sebanyak 4 kali pada bagian leher belakang.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan EP nekat membunuh istri yang baru dinikahinya selama 5 bulan tersebut. Dugaan sementara, EP merasa kesal lantaran tak terima dengan perkataan istri yang membuat dirinya tersinggung.

Data terhimpun BE, kronologis kejadian berawal dari korban sedang memasak sarapan sembari mengomel dengan mengatakan suaminya adalah suaminya pemalas. Emosi dengan perkataan istri, pelaku langsung mengambil sebilah parang dan spontan membacok korban sebanyak 4 kali dari arah belakang. Korban juga mengalami luka pada bagian tangan akibat bacokan.

Kapolres Bengkulu Tengah (Benteng), AKBP Andjas Adipermana SIK MH, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Rahmat SH MH membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Ditegaskan Kapolres, personel Sat Reskrim Polres Benteng dan Polsek Pondok Kelapa sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Pelaku dan barang bukti berupa parang sudah kami amankan. Sedangkan jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk di autopsi. Motif sebenarnya masih kami gali sebab saksi juga minim,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sekayun, Haryono menjelaskan, bahwa telah pondok korban memang cukup jauh dari pusat desa. Yaitu, sekitar 15 kilometer (Km) dari pemukiman warga dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Dilokasi tersebut, hanya terdapat sejumlah rumah yang tinggal berdampingan di kawasan perkebunan kopi.

“Peristiwa terungkap sesaat setelah tetangga mendengar ada suara ribut mulut dan langsung terhenti. Setelah dipanggil, tak ada jawaban. Semakin uriga dengan apa yang terjadi, warga langsung masuk kedalam rumah dan mendapati Re sudah tertelungkup bersimbah darah dengan kondisi luka bacok pada bagian leher belakang,” terang Kades.

Lebih lanjut, Kades mengungkapkan, pihaknya tak mengetahui jelas sifat dan prilaku Pasutri yang masih seumur jagung tersebut. Haryono mengaku, dirinya sangat terkejut atas apa yang dilakukan EP terhadap istrinya. “Setahu saya, pasangan ini tak ada masalah apa-apa dan tak pernah terdengar terjadi keributan,” beber Kades.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Benteng, Septi Peryadi STP mengaku prihatin atas apa yang telah terjadi. Informasi yang didapat, aku Wabup, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seperti ini rata-rata disebabkan oleh faktor ekonomi. Sebab itulah, kedepan perlu dilakukan sosialisasi tentang ancaman dan dampak KDRT bagi pelaku, korban dan keluarga.

“Kasus kekerasang perempuan dan anak sering terjadi di Kabupaten Benteng. Sebab itulah, instansi terkait harus turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi bersama personel Polri dan TNI,” imbau Wabup.(135)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*