Dibacok Perampok, Toke Nyaris Tewas

P1000897
BENTENG, BE – Aksi perampokan sadis terjadi di Desa Plajau Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Kali ini menimpa seorang toke bernama, Ujang Abadi (50), warga Desa Rajak Besi, Merigi Sakti. Akibatnya, sepeda motor Yamaha Vixion warna putih bernopol BD 4775 CA milik korban berhasil disikat oleh pelaku yang berjumlah 3 orang dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna merah.
Selain itu, korban juga menderita sebanyak 8 luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Diantaranya di kedua tangan, kepala dan badannya. Bahkan, tangan sebelah kiri korban nyaris putus, akibat ditebas senjata tajam (sajam) pelaku. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD M Yunus Bengkulu. Peristiwa perampokan itu, terjadi sekitar pukul 9.00 WIB, di dekat tebing perbatasan Desa Plajau dan Renah Lebar Kecamatan Karang Tinggi.
“Sempat terjadi perlawanan dari korban. Namun, dikarenakan jumlah pelaku yang lebih banyak, sehingga kalah,” ujar saksi mata, Sukito di TKP (Tempat Kejadian Pekara), kemarin.
Sukito yang merupakan warga setempat menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari korban yang baru saja menyetorkan uang di Bank BRI Cabang Karang Tinggi. Diperkirakan, ketiga pelaku dengan satu motor itu telah mengintai korban sejak keluar dari dalam bank. Kemudian, ketika korban akan pulang ke desanya, langsung diikuti oleh ketiga pelaku tersebut. Setelah mendapatkan lokasi yang pas, barulah ketiga pelaku memberhentikan sepeda motor korban dan langsung menghantam dengan sajam jenis golok.
Dalam kondisi bersimbah darah itu, korbanpun berupaya untuk melakukan perlawanan. Namun, karena tidak berimbang, korbanpun terkapar.
Sukito yang akan pergi ke sekolah, melihat korban di pinggir jalan dengan kondisi bersimbah darah. Melihat hal itu, korban langsung melaporkan ke Kades, Polsek dan Camat. Selain itu, juga langsung melarikan korban ke RSUD M Yunus Bengkulu. “Setelah merampok motor korban, ketiga pelaku dengan 2 motor itu, kabur kembali ke arah Kecamatan Karang Tinggi,” ujar Sukito.
Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ahmad Tarmizi, SH melalui Kapolsek Karang Tinggi, AKP Rufaicen, SH, ketika dikonfimasi membenarkan telah menerima laporan pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut. Saat ini,  polisi tengah berupaya maksimal melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku tersebut. “Kita sudah melakukan serangkaian olah TKP di tempat kejadian,” kata Kapolsek.
Diterangkan Kapolsek, berdasarkan data dan keterangan yang dihimpun di lapangan, ciri – ciri pelaku berparas agak tua dan berpostur badan tinggi serta tegap. Rambut pendek dan mengenakan baju     hitam dan celana jeans biru laut. Ada juga mengunakan baju kaos oblong warna putih dan satu lagi mengunakan topi. “Pelaku ini, ketika akan kabur hampir menabrak kendaraan warga yang sedang melintas,” ujar Kapolsek.
Terpisah, Camat Karang Tinggi, Ismail Bakaria SPd mempredeksi, pelaku perampokan sudah profesional. Hal itu, jika dilihat dalam aksinya dilapangan, begitu cepat dan tepat sasaran. Pelaku menduga korban membawa uang tunai, karena baru keluar dari bank. Ditambah pula, pada saat itu korban membawa tas besar.  Sehingga, menambah keyakinan pelaku bahwa korban sedang membawa uang tunai. “Saya yakin, pelaku ini komplotan yang sering beraksi di Plajau dan profesional dalam menjalankan aksinya,” duga Ismail.
Ia menambahkan, pelaku juga mengetahui persis tebing dan tikungan di TKP itu dalam kondisi sepi. Sehingga, mempermudah bagi kawanan pelaku untuk menjalankan aksinya. Apalagi TKP ini terdapat jalan yang rusak.
Di sisi lain, peristiwa perampokan dan pembunuhan sudah terjadi 3 kali di Desa Plajau tersebut. Seperti kasus pembunuhan seorang perempuan, perampokan kalung emas dan perampokan sepeda motor ini menjadi catatan bagi kepolisian, khususnya Polsek karang Tinggi agar dapat mempercepat membekuk pelaku. “Harapan kita, polisi dapat membekuk pelaku kejahatan yang kerap beraksi diwilayah Desa Plajau ini,” harap Ismail.

Masih Dirawat
Sementara itu, dari pantauan BE di RSUD M Yunus Bengkulu, siang kemarin, korban masih terbaring lemah di ruang tindakan RSMY dengan luka bacok di dada sebelah kanan, luka sabetan sajam di bagian tangan dan kaki, serta luka lebam. Bahkan di bagian dada korban akibat ditujah, terlihat masih mengeluarkan darah.
Meski mengalami luka bacok yang cukup banyak, korban masih bisa bercerita mengenai perampokan yang menimpa dirinya tersebut. Dijelaskan korban, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 09.00 WIB, Kamis (9/10) kemarin. Saat itu, dirinya usai menyetorkan sejumlah uang ke Bank BRI Cabang Karang Tinggi. Namun, saat hendak pulang ke rumahnya, di perjalanan korban diikuti oleh 3 orang yang berboncengan dengan menggunakan sebuah sepeda motor. Saat berada di tempat yang sepi, pelaku pun semakin kencang megejar korban. “Saya sudah diikuti sejak kurang lebih 3 KM, saat berada di tanjakan dengan kondisi jalan yang buruk, motor itu memepet saya hingga saya terjatu,” ungkap korban, dengan lemah.
Lebih lanjut bapak empat anak tersebut menceritakan, saat dirinya terjatuh ke jalan, ketiga orang tersebut langsung mengahajarnya. “Saya melihat hanya satu orang yang membawa pisau, dialah yang ngapak (membacok) saya. Setelah itu, mereka langsung membawa kabur motor saya,” katanya.
Sementara itu, Bes, anak korban, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karang Tingggi, Bengkulu Tengah dan berharap pelaku bisa segera ditemukan. “Saya bverharap pelaku segera ditemukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harapnya.(111/135)